Ternyata Ada 430 Ribu Orang Terbang dari China ke AS Sejak Kasus Pertama

oleh -446 kali dibaca
Suasana kota New York, AS. tempo

Beijing – Mengapa banyak warga Amerika yang terkena COVID-19? Rupanya, sejak kasus positif Corona pertama di sana, ada 430 ribu orang yang terbang dari China ke AS.

Sebanyak 430 ribu orang tercatat terbang langsung dari China ke Amerika Serikat sejak China mengumumkan adanya kejadian outbreak virus Corona pertama di negaranya. Data tersebut didapat dari laporan Imigrasi yang dirilis pada Sabtu (4/4/2020) kemarin.

Dikumpulkan detikTravel dari beberapa sumber, Selasa (7/4/2020), jumlah sebanyak itu belum termasuk mereka yang memakai penerbangan transit dari China ke negara lainnya. Saat itu bertepatan dengan momen Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Imlek.

Presiden AS Donald Trump baru mengeluarkan larangan masuk bagi warga China pada tanggal 31 Januari silam, sehari setelah World Health Organization (WHO) menetapkan Corona sebagai pandemi global.

Meski Presiden Trump sudah memberlakukan travel ban, tetapi masih ada sekitar 40 ribu orang yang tiba di Amerika Serikat pada tanggal 2 Februari. Jumlah sebanyak itu datang dari 279 penerbangan dari China ke AS.

Orang-orang ini mendarat di kota-kota seperti Los Angeles, San Fransisco, New York, Chicago, Seattle, Newark hingga Detroit. Itulah sebabnya penyebaran virus Corona sangat merata hampir di semua wilayah Amerika Serikat.

Belum lagi, saat itu screening penumpang belum seketat sekarang, sehingga mereka bisa melenggang bebas di Amerika, tanpa perlu menjalani pemeriksaan suhu atau mengisi form kesehatan.

Sampai saat ini, Amerika Serikat masih menduduki peringkat pertama sebagai negara terbanyak yang penduduknya tertular virus Corona.

Ada kurang lebih 367 ribu orang yang dinyatakan positif Corona di AS dengan jumlah korban jiwa mencapai hampir 11 ribuan orang.

Sumber: detikTravel

Berikan Komentar