Seorang Pemandu Wisata Malaysia Meninggal di Bangkok Akibat Corona

oleh -205 kali dibaca
Patung dewa empat wajah, di Kuil Erawan , salahsatu spot wisata populer di Bangkok. (foto: okemedan)

Bangkok – Seorang pemandu wisata Malaysia termasuk di antara tiga korban mennggal akibat COVID-19 terbaru yang dilaporkan di Thailand, sehingga jumlah kematian di kerajaan itu menjadi 46.

Juru bicara Centre for COVID-19 Situation Administration (CCSA) Thaweesilp Wissanuyothin, Kamis (16/4)  mengatakan,  pria berusia 55 tahun dari Kelantan itu meninggal pada 14 April di sebuah rumah sakit di Bangkok.

Dia mengatakan, lelaki itu memiliki sejarah bepergian ke bekas negara Soviet Georgia dari 13-19 Maret dan salah satu anggota turnya terinfeksi COVID-19. Pria itu jatuh sakit pada 21 Maret dan mencari perawatan di rumah sakit pada 29 Maret dan dinyatakan positif COVID-19. “Kondisinya memburuk selama dua minggu terakhir,” ujarnya.

Pria itu, yang meninggalkan seorang istri, dikremasi di Bangkok kemarin. Istrinya juga dinyatakan positif COVID-19.

Thaweesilp menambahkan bahwa dua kematian lainnya yang dilaporkan pada hari Rabu di Thailand melibatkan seorang wanita Thailand berusia 35 tahun dan seorang pria Thailand berusia 37 tahun, dan keduanya memiliki latar belakang kondisi kesehatan.

Dia mengatakan Thailand melaporkan 29 kasus COVID-19 baru pada hari Rabu, menjadikan total kumulatif menjadi 2.672 kasus, dengan 1.593 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit.

“Sekarang kita telah melihat orang muda meninggal karena virus, lebih rendah dari 60 tahun. Mereka menderita sakit parah karena COVID-19 pada bulan Maret dan meninggal bulan ini,” katanya.

Dia mengatakan peraturan jam malam enam jam malam dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi yang diberlakukan sejak 3 April di Thailand merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan kasus COVID-19 baru di kerajaan itu.

“Namun, ini bukan waktu untuk bersantai karena dapat menyebabkan peningkatan jumlah kasus baru.Beberapa negara bergegas mengangkat tindakan dan pembatasan mereka, menyebabkan peningkatan kasus baru. Oleh karena itu, kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah mempertimbangkan dengan cermat, ”katanya, seraya menambahkan bahwa CCSA akan mengevaluasi situasi COVID-19 lagi pada akhir bulan.

 

Sumber: Bernama

 

Berikan Komentar