Ke Chiang Mai Jangan Lupa Mampir di Pasar Wualai Walking Street

oleh -388 kali dibaca
Wualai Walking streets, pasar di Kota Chiang Mai yang menjual berbagai aksesoris, cinderamata, kerajinan tangan dan produk fashion. (foto:Trippacker)

Chiang Mai – Chiang Mai adalah kota kedua terbesar di Thailand. Kota sejuk yang terletak di utara negeri bergelar gajah putih ini bisa dicapai dengan pesawat terbang hanya sekitar 50 menit dari Bangkok .

Selain terkenal dengan sejumlah tempat wisata religious khususnya bagi umat Buddha, Chiang Mai memiliki spot yang menarik bagi para turis local maupun asing yaitu Wualai Walking Street.

Pasar yang terletak di sepanjang  Jalan Wualai di inti kota Chiang Mai  ini memang hanya boleh dilalui oleh pejalan kaki. Sejak pukul 3 sore semua kendaraan dilarang masuk dan para pedagang kaki lima pun mulai menyusun barang dagangannya di kiri dan kanan jalan.

Menjelang senja pengunjung pasar akan semakin ramai hingga tengah malam. Sebagian orang menyebut Wualai Walking Street sebagai Saturday Night Market karena hanya buka pada akhir pekan mulai jam 5 sore.

Di sepanjang jalan yang diperkirakan mencapai 3 kilometer ini barang yang dijual murah meriah. Mulai dari pakaian dan makanan, produk kerajinan barang-barang cinderamata, lukisan dan lain-lain. Bagi Anda yang haus dan lapar, di sepanjang jalan juga mudah kita temukan kafe dan penjual makanan minuman.

Bagi pengunjung yang membeli dalam jumlah banyak, pedagang akan memberikan harga lebih rendah alias dapat diskon . Pandai pandai kita menawar tentunya.

Walaupun sama-sama di Thailand, tapi barang barang yang dijual di sini tidak semua ada di Bangkok. Misalnya kaos-kaos bertuliskan Chiang Mai dan juga aneka pakaian, tas dan aksesoris dengan motif etnik  Thailand Utara. Jadi kalau Anda sudah tertarik untuk membelinya, langsung saja bayar, jangan tunda apalagi berharap ada di Bangkok.

Jangan takut soal komunikasi. Sebagian besar pedagang bisa berbahasa Inggris. Jika pun tidak, mereka menggunakan kalkulator dan menawarkan “bargain please, bargain..”  yang artinya silahkan tawar.

Kalaupun tidak jadi dibeli, pedagang tidak akan merepet-repet seperti perilaku pedagang di China.  Di Thailand umumnya para pedagang ramah-ramah dan murah senyum kerpada wisatawan. Itulah daya tarik Thailand yang membuat turis selalu rindu kembali di samping harga-harganya yang murah.*

 putra

Berikan Komentar