Protes Soal BLT, Warga Desa Mompang Julu Madina Blokir Jalinsum

oleh -167 kali dibaca
Warga Desa Mompang Julu blokir Jalan lintas Sumatera.om/m1

Panyabungan | okemedan – Ratusan warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara memblokir Jalinsum Medan- Padang, Senin (29/6/2020). Aksi itu dilakukan warga diduga akibat ketidaktransparanan Kepala Desa dalam pembagian BLT dampak Covid-19 dan pengelolaan dana desa tahun 2018 hingga tahun 2020.

Saat aksi pemblokiran Jalinsum itu warga juga menyampaikan sikap mosi tidak percaya terhadap Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan.

Dalam pernyataan sikap itu disebutkan adanya dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan Dana Desa (DD) dan diduga terjadi praktek KKN berjamaah, terhadap kebijakan yang telah dilakukan mengenai infografis APBDes manajemen Bumdes.

Selain itu, operasional NNB juga dinilai warga tidak tepat sasaran. Kebijakan penetapan penerima Bansos bahkan dalam pendataan warga penerima BLT dana desa diduga tidak tepat sasaran.

Pada kesempatan itu warga juga meminta klarifikasi dan informasi dari Kades tentang DD anggaran tahun 2018 hingga tahun 2020 dan meminta Bupati Madina mencabut SK Kades mompang Julu.

Informasi yang didapat dari salah satu warga yang memblokir Jalinsum ini diduga akibat ketidaktransparanan pemerintah desa dalam pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh oknum kepala desa.

“BLT yang kami terima bervariasi, ada yang dua ratus, ada yang lima ratus ribu. Jadi kami meminta ketransparanan Kades,” ujar salah seorang warga.

Akibat pemblokiran ini ruas Jalinsum dari arah Medan menuju Padang dan sebaliknya terlihat mengalami macet total.

Kepala desa Mompang Julu Hendri Hasibuan kepada wartawan mengatakan persoalan BLT sudah dimusyawarahkan dengan tokoh masyarakat, BPD, hatobangon dan lainnya.

Hasilnya disepakati penyaluran kepada 853 orang per orang Rp 200.000. Sementara pembagian sesuai prosedur yang berhak menerima 97 orang/KK, dengan pembagian Rp 600.000/orang.

“Jadi yang melakukan protes hanya beberapa orang atau pihak yang kalah dalam pemilihan kepala desa kemarin. Dan persoalan ini juga sudah dirapatkan bersama Pemerintah, namun tidak terima juga,” ujarnya.

Hingga saat ini massa semakin ramai dan bentrok dengan aparat. Bahkan ada beberapa kendaraan yang dibakar dan ada yang luka luka.

Hingga berita ini diturunkan, aksi warga protes terhadap kinerja kepala desa masih berlangsung.

Sedangkan Muspida bersama dengan aparat Kepolisian hingga saat ini masih melakukan mediasi dengan warga.

(M1)

Berikan Komentar