Madina

Kekurangan Plasma, Polres Madina Mediasikan KUD Setia Abadi dengan PTPN 4

Panyabungan I okemedan. Polres Madina mengundang Kelompok tani plasma dengan PTPN 4 yang ada di Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan mediasi guna penyelesaian masalah dimana terjadi aksi unjukrasa pada Jumat (7/8/2020) lalu dan berujung pada pemblokiran jalan oleh warga, Senin (10/08/2020).

Sesuai surat Undangan Polres Madina nomor : B/561/VIII/IPP.2.2.24/2020, bertempat di Aula PDDO Polres Madina, acara mediasi penyelesaian masalah terkait tuntutan kelompok tani plasma Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan kepada PTPN 4.

Mediasi dihadiri Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi diwakili Kabag Ops, Kompol Toni Irwansyah, Asisten II Pemkab Madina, Drg Ismail Lubis, Kadis Pertanahan, Akhmad Faisal Lubis, Kadis KPTSP, Parlin Lubis, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Camat Batahan, Irsal, Kepala Desa Batu Sondat, Zulfikar, Ketua KUD Setia Abadi Desa Batu Sondat, Najamuddin Nasution, tokoh masyarakat dan Perwakilan PTPN 4.

Kapolres Madina, Horas Tua Silalahi melalui Kabag Ops, Toni Irwansyah selaku mediator didampingi Asisten II Pemkab Madina, Drg Ismail Lubis dalam rapat meminta kepada pihak terkait agar menyampaikan secara jelas dan detail terkait apa masalah dan tuntutan yang diinginkan, agar permasalahan yang berujung pada pemblokiran jalan di Desa Batu Sondat bisa diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

Hal itu disampaikan Ketua KUD Setia Abadi, Najamuddin Nasution usai mediasi, kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).

Dia mengatakan, permasalahan yang terjadi saat ini merupakan sengketa yang sudah lama terjadi tanpa ada solusi, sehingga terjadilah aksi unjuk rasa damai pada hari Jumat 7 Agustus 2020 lalu.

“Warga Desa Batu Sondat khususnya peserta plasma sudah 13 tahun menunggu kejelasan terkait pembagian hasil plasma yang di kelola oleh PTPN 4. Sudah ada beberapa kali pertemuan sejak tahun 2007 hingga 2020 ini tetap saja permasalahan kekurangan lahan plasma ini tidak ada solusinya,” katanya.

Setelah pergantian pengurus KUD Setia Abadi Desa Batu Sondat yang lama kepada yang baru, sekarang baru diketahui banyak kejanggalan-kejanggalan yang tidak mengerti yang terjadi selama ini.

“Dan pengelolaan kebun plasma kita ambil alih dari PTPN 4, dalam sebulan saja produksi hasil buah sawit yang kita panen naik mencapai 100 ton. Dan yang menjadi pertanyaan besar buat kami adalah masalah dana pembangunan KUD Setia Abadi yang bersumber dari dana repitalisasi dimana rencana awalnya seluas 2.400 hektar, mengapa yang terealisasi dan layak diproduksi hanya 136 hektar, sehingga tidak mencukupi untuk seluruh anggota plasma yang ada di Desa Batu Sondat,” ujarnya.

Najamuddin merasa heran kenapa warga Desa Batu Sondat yang menyerahkan tanah adatnya seluas 4.600 hektar untuk perkebunan berjudul Bapak angkat ini masih bisa kekurangan mendapatkan lahan plasmanya. Sehingga tujuan awal hadirnya Bapak angkat untuk memberikan kesejahteraan masyarakat ini tidak terlaksana.

Hal senada juga disampaikan Penasehat KUD Setia Abadi, Irva Kennedy mengatakan tuntutan KUD Setia Abadi kepada PTPN 4 dalam hal ini terkait kekurangan lahan plasma seluas 785 hektar khusus Desa Batu Sondat, dulunya sesuai kesepakatan awal antara Pemerintah Daerah, Pihak perkebunan dan warga, apabila lahan plasma kurang maka akan diambil dari inti perkebunan.

“Sebenarnya kalau pihak PTPN 4 serius untuk menyelesaikan masalah ini pasti selesai. Sebab, permasalahan ini sudah terjadi sejak 2010 dan sudah dilakukan beberapa kali rapat,” paparnya.

Camat Batahan, Irsal Van Riadi dalam mediasi itu juga mengutarakan bahwa terkait kekurangan lahan tidak sesuai dengan yang ada di atas kertas. Dan selama ini banyaknya info terkait tidak adanya transparansi keuangan KUD yang tidak jelas.

Belum lagi tambahnya, soal harga TBS yang dibeli pihak PTPN 4 kepada petani plasma yang tidak sesuai dengan harga disbun.

Perlu diketahui, Desa Batu Sondat merupakan salah satu desa terpadat yang ada di kecamatan Batahan dan memang banyak yang menbutuhkan pekerjaan.

“Makanya kita berharap kepada aparat kepolisian dan pemerintahan daerah selaku mediator agar benar-benar dapat memberikan jalan keluar atau solusi dalam permasalahan ini, sebelum semakin membesar, sebab masyarakat telah sangat lama menantikan solusi ini,” tegasnya.

Sementara itu Manager Plasma, Edwin Seto dari Perwakilan PTPN 4 menegaskan, bahwa beliau bukan mau membuang badan, berdasarkan pengakuannya ia menduduki posisi maneger di PTPN4 baru masuk waktunya 1 setengah bulan.

“Jadi tidak mungkin dalam waktu yang begitu singkat ini saya bisa menyelesaikan semua masalah yang ada. Saya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan permasalahan ini kepada KUD serta petani plasma, dan juga mohon bantuannya kepada pihak terkait,” ucapnya.

OMD-m1

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button