Madina

Buntut Demo Warga, Kepdes Mompang Julu Madina Mengundurkan Diri

Panyabungan | okemedan – Setelah terjadi kisruh masyarakat dengan aparat keamanan, diwarnai pemblokiran Jalan Lintas Sumatra hingga belasan jam, akhirnya Kepala Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina) Hendri Hasibuan, memilih mengundurkan diri dari jabatannya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Madina Drs Sahnan Pasaribu yang dihubungi wartawan, Selasa (30/6/2020) membenarkan Kepala Desa Hendri Hasibuan mengajukan surat pengunduran diri.

“Kepala desa sudah membuat surat pengunduran diri sesuai keinginan warganya. Tentunya surat tersebut akan diproses sesuai aturan,” katanya.

Kadis Kominfo berharap dengan sikap yang diambil kepala desa itu, masyarakat bisa menerima dan bersedia membuka blokir jalan lintas sumatera yang ditutup aksesnya mulai Senin pagi sekitar pukul 10.00 Wib.

Surat pengunduran diri kepala desa tersebut dibacakan oleh Camat Panyabungan Utara Maksud Ridho Fahlevi didampingi Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi dan Komandan Koramil Panyabungan Kapten Inf AK Harahap di halaman Masjid Raya Desa Mompang Julu.

Pemblokiran jalan yang dilakukan warga Mompang Julu disebabkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa untuk penanganan Covid-19. Warga menuduh kepala desa tidak transparan dan diduga melakukan penggelapan dana tersebut. Warga meminta kepala desa agar diberhentikan dari jabatannya.

Suasana memuncak pada Senin sore. Keinginan warga agar kades diberhentikan belum disanggupi pemerintah kabupaten Madina, sehingga warga tersulut emosi. Mereka melempari personel kepolisian dengan batu hingga 6 orang mengalami luka-luka.

Tak puas itu saja, warga juga menggulingkan 2 unit mobil lalu membakarnya. Salah satu mobil tersebut adalah mobil dinas Wakapolres Madina. Hingga Selasa dini hari sekitar pukul 1.30 Wib, warga belum membubarkan diri, dan sekitar pukul 03.15 WIB kendaraan bisa lewat.

(M1)

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button