Antisipasi Ricuh tak Terjadi Lagi, Bupati Madina Minta Saran Tokoh Agama dan Masyarakat

oleh -131 kali dibaca
Bupati Madina Drs Dahlan Hasan nasution bersama Forkopimda melakukan pertemuan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan adat.(M1)

Panyabungan | okemedan – Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs Dahlan Hasan nasution melakukan pertemuan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan budaya, di Masjid Agung Nur Alan Nur, Selasa (30/6/2020) malam.

Pertemuan dilakukan pasca Peristiwa demo berujung ricuh di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin sore (29/6/2020).

Turut hadir para ulama dan pendeta, tokoh adat dan budaya serta puluhan tokoh masyarakat serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Madina.

Kemudian hadir mewakili Kapolda Sumut yaitu Direktur Samapta Kombes Pol Yus, Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, Wakil Direktur Binmas Polda Sumut AKBP Parluatan Siregar, Kepala Kejari Taufik Djalal, Wakil Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Nasution SH.

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan ricuh yang terjadi di Mompang julu ditengah-tengah cobaan yang maha berat tentang covid-19 sangat memilukan hati dan mencoret nama Madina.

Agar tidak terjadi lagi kejadian hal yang serupa di desa lain, Bupati Madina meminta saran dan masukan dari para tokoh agama, tokoh masyarakat.

“Kami mohon masukan dan saran para ulama, tokoh masyarkat, para pendeta karena sesuai dengan hasil inteligen polisi masih ada beberapa desa lagi yang diperkirakan juga akan melaksanakan hal-hal yang sama,” sebutnya.

Untuk memanimilisir kejadian seperti ini, pemerintah bersama tokoh agama, tokoh masyarakat keliling ke desa-desa yang terindikasi akan terjadi ribut.

Desa-desa yang terindikasi akan terjadi hal yang serupa mari kita datangi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait pengamanan saat ricuh demo, Bupati mengapresiasi dan terimakasih kepada kapolres serta seluruh jajarannya dan TNI, karena walaupun mendapat hina, dicaci maki dan dilempari namun tetap menghadapi masyarakat dengan penuh kasih sayang.

Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi menerangkan rangakaian peristiwa yang mereka alami selama mengamankan blokade jalan berujung ricuh hingga aksi pembakaran kendaraan bermotor.

Kapolres menyebut pihaknya mengamankan massa secara persuasif karena peserta unjuk rasa melibatkan balita, orangtua, dan anak sekolah.

Horas juga memperkirakan apabila situasi penyaluran BLT tidak disikapi dengan baik, maka diperkirakan masih ada beberapa desa lain yang akan melakukan aksi blokade jalan.

Karena itu, Horas Tua Silalahi mengajak semua pihak khususnya para ulama, pendeta, dan tokoh adat budaya supaya sama-sama ikut meredam situasi dan menenangkan masyarakat di pedesaan supaya tidak terjadi aksi yang sama di desa lain.

(M1)

Berikan Komentar