OkeSumut

Khatib Shalat Idul Adha, Rektor UISU : Doa, Semangat dan Taqwa

Pematangsiantar | okemedan. Ribuan jamaah sholat Idul Adha 1441 H di Mesjid Raya Pematang Siantar serius dan khusuk mendengar ceramah Dr H Yanhar Jamaluddin MAP yang juga Rektor UISU saat bertindak menjadi khatib Idul Adha, Jumat (31/7/2020).

Dr H Yanhar Jamaluddin MAP dalam ceramahnya yang berjudul Taqwa adalah Landasan Berkurban menjelaskan bahwa Idul Adha juga disebut Idul Nahr, Hari Raya Haji dan Hari Raya Qurban.

Masing-masing sebutan, dikatakannya memiliki makna. Disebutkan sebagai Raya Haji karena pada saat yang sama umat muslim sedang menunaikan haji yang utama yakni wukuf di Arafah.

Sedangkan penyebutan Idul Qurban karena merupakan hari raya yang menekankan arti berkurban.

“Berkurban merupakan perintah Allah SWT yang diwujudkan dengan cara menafkahkan harta dengan menyembelih hewan ternak,” ujarnya.

Rektor UISU, Dr H Yanhar Jamaluddin MAP foto Bersama pengurus BKM Raya Pematang Siantar usai memberikan ceramah sebagai khatib sholat Idul Adha, Jumat (31/7/2020). Ist

Sebagai point penting, khatib sholat Idul Adha yang juga Rektor UISU itu, bagaimana umat islam mengambil hikmah dari peristwa berkurban pada Idul Adha.

Pertama adalah berdoa, menurut khatib, berdoa merupakan bukti bahwa kita harus slalu merendahkan diri dihadapan Allah SWT.

Doa membuktikan bahwa setiap makhluk pada padasrnya bergantung kepada Allah SWT yang memiliki segala-galanya.

“Dalam konteks kehidupan bernegara pun, sudah seharusnya kita berdoa untuk kebaikan negeri kita menjadi aman sentosa dan para pemimpin kita diberikan petunjuk untuk melaksanakan tugas kepemimpinan dengan benar,” jelasnya.

Hal itu telah dicontohkan dalam doa nabi Ibrahim yang meminta negeri yang aman dan rezeki yang cukup seperti dalam QS al Baqarah ayat 126.

Hikmah kedua, menurut Dr H Yanhar Jamaluddin MAP adalah semangat untuk berusaha semaksimal mungkin seperti yang dicontohkan Siti Hajar.

“Siti Hajar telah membuktikan kepada kita betapa ia berusaha mencari rezeki meski berada di daerah yang saat itu belum ada kehidupan. Inilah yang dalam ibadah haji dan umroh dilambangkan dengan sa’I atau usaha,” katanya.

Hikmah ketiga yang dapat diambil dari peristiwa berkurban menurut khatib adalah mencapai ketaqwaan.

Dalam Surah Ali Imran ayat 134 sudah dijelaskan bahwa ciri-ciri orang yang bertaqwa yakni orang-orang yang menafkahkan hartanya (baik diwaktu lapang maupun sempit), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain dan orang-orang yang apabila beruat munkar selalu memohon ampun kepada Allah dan tidak lagi melakukan perbuatan mungkar.

Pelaksanaan sholat Idul Adha di Mesjid Raya Pematang Siantar itu berjalan khusuk diikuti ribuan jamaah.

Sekira pukul 07.30 sholat dipimpin oleh Asril Nasution SH selaku Imam. Pelaksanaan sholat dilanjutkan dengan ceramah khatib Dr H Yanhar Jamaluddin MAP yang juga Rektor UISU.

Sebelumnya, Rektor UISU, Dr H Yanhar Jamaluddin MAP mengatakan bahwa UISU pada tahun ini memang mendistribusikan dosen-dosennya sebagai penceramah sholat Idul Adha di masjid-masjid dalam kota dan luar kota. Salah satunya di Masjid Raya Siantar.

Program ini akan terus dilanjutkan pada tahun mendatang dan akan lebih dimaksimalkan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi catur dharma Perguruan Tinggi UISU yakni Dakwah Islamiyah, ” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Tim dari UISU juga memberikan masker sebelum pelaksanaan sholat Idul Adha dalam rangka mendukung program pemerintah mensosislisasikan untuk selalu menjadi kesehatan.

OM-zan/ril

Berikan Komentar
Tags

Baca Juga

Back to top button
Close