OkeSumut

Al Washliyah Sumut harus Jadi Episentrum Pergerakan Dakwah Islam

Rakor I Al Washliyah Sumut

Medan I okemedan. Keberadaan Al Washliyah Sumatera Utara sejak didirikan dikenal sebagai ormas Islam yang konsen terhadap dakwah terutama di kawasan terpencil.

“Untuk itu, dalam Rakoor ini, saya mau mengembangkan kembali dakwah kita yang selama ini yang berkurang jauh dalam membina umat yang ada di kawasan terpencil di Sumut,” kata Ketua Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara pada Rakor I Al Washliyah Sumut di Kampus Muhammad Yunus UMN Al Washliyah Jalan Stadion Teladan, Medan, Sabtu (12/9/2020).

Rapat Koordinasi I mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 ini diikuti pengurus wilayah Al Washliyah Sumut, pimpinan organisasi bagian Al Washliyah tingkat wilayah Sumut yakni, Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA), Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA), Angkatan Putri Al Washliyah (APA), Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA), Muslimat dan Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH), majelis-majelis, badan, serta Pimpinan Daerah (PD) Al Washliyah se-Sumut.

Dedi didampingi Sekretaris Alim Nur Nasution SE dan Bendahara Abdul Hafiz Harahap SH MIKom menambahkan, ulama ulama dan pendiri selama ini menjadikan Al Washliyah sebagai episentrum (pusat) pergerakan dakwah.

“Jauh berdiri Al Washliyah, ulama dan pendiri menjadikan Al Washliyah ini menjadi pusat pergerakan dakwah. Kita wujudkan kembali apa yang telah dibuat oleh pendiri dan ulama kita. Dari sekarang seluruh daerah harus menjadi pusat berkumpul, bertanya, pergerakan, dakwah dan lainnya,” harapnya.

Apa yang dilakukan tersebut, kata Dedi, agar Al Washliyah Sumut mengejar ketertinggalan dan menjadikan organisasi dakwah, pendidikan dan amal sosial ini sejajar dengan ormas Islam lainnya.

Dedi berharap program kerja yang telah dilaksanakan selama ini terus ditingkatkan. Dakwah-dakwah secara virtual frekuensi ya harus lebih ditingkatkan.

“Dakwah secara virtual kita hampir separuh sudah kita kuasai dan usaha yang kita lakukan ini sudah melebihi organisasi lain,” sebutnya.

Kedepan, lanjut anggota DPD RI asal Sumut ini, diharapkan kebersamaan seluruh majelis, organisasi bagian, Pimpinan Daerah dan seluruh jajaran, hingga ke tingkat ranting, untuk melaksanakan program kerja masing-masing tentang dakwah, pendidikan, amal sosial dan ekonomi.

Pada kesempatan itu seluruh pengurus Majelis, badan, organ bagian, pengurus daerah memaparkan program kerja yang telah dilakukan serta akan dilaksanakan.

Bahkan sejumlah pengurus daerah menyinggung tentang pelaksanakan Pilkada serentak Tahun 2020.

Pada kesempatan itu Dedi menyampaikan Al Washliyah Sumatera Utara netral dan tidak mendukung atau mengusung calon kepala daerah pada Pilkada serentak Tahun 2020 yang diikuti 23 Kabupaten/kota.

Hal ini tertuang dalam Anggaran Dasar Al Washliyah pada Pasal 4 yang menyebutkan Al Washliyah merupakan organisasi yang bersifat independen. Bahkan keputusan ini juga diperkuat dengan hasil keputusan Rapat Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumut pada 26 Juni 2020.

“Seluruh pengurus wilayah sudah sepakat, Al Washliyah Sumut tidak memberikan dukungan baik secara tertulis maupun lisan terhadap pasangan calon kepala daerah, baik calon dari partai politik maupun perseorangan,” kata Dedi.

Keputusan ini juga telah disampaikan kepada seluruh pengurus PD Al Washliyah di kabupaten/kota lewat surat edaran PW Al Washliyah Sumut Nomor: INT.056/PW-AW/XIII/VII/2020, tanggal 9 Juli 2020.

Dedi berharap pengurus daerah Al Washliyah se-Sumut beserta struktur di bawahnya menghormati dan menaati keputusan tersebut yang telah meminta pandangan dan pendapat ulama Al Washliyah.

“Secara pribadi silakan, tapi jangan bawa organisasi. Al Washliyah Sumut saat ini adalah rumah besar umat Islam. Jika ada calon kepala daerah mau datang bersilaturahmi, tidak ada masalah. Tapi mohon maaf, untuk dukung mendukung, kita minta maaf, Al Washliyah tegas dengan sikapnya yang independen,” tegas Dedi.

OM-zan 

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button