Yuk Lihat Mahameru Menghentak Panggung Utama PRSU Malam ini

oleh
Band Mahameru akan tampil menghibur pengunjung PRSU 2019 malam ini. OkeMedan/putra

OkeMedan-Medan Mahameru,  band yang nge-hits dengan singlenya Dinda,  malam ini Rabu 13 Maret 2019 selepas jam 8 malam akan mengisi panggung utama PRSU Medan. Inilah kronologi tak henti sejak grup ini menggeliat kembali setelah menjelajah dari kafe ke kafe, venue ke venue di Medan.

Bermain di main stage Pekan Raya Sumatera Utara bagi Mahameru merupakan suatu tantangan sekaligus kebanggaan karena setting panggungnya standar konser band-band besar tingkat nasional dan internasional lengkap dengan lighting dan sound yang mumpuni sebagaimana disebut Willy, gitaris Mahameru Band.

“Setiap pemusik pasti berobsesi untuk bisa bermain di panggung yang besar seperti panggung utama PRSU dengan sound dan lightingnya yang standar konser,” kata Willy, Rabu pagi di Medan.

Mahameru malam ini dijanjikan akan mepersembahkan penampilan terbaiknya untuk menghibur warga Medan dan pengunjung PRSU Medan. Yudie Ross (vocal), Willy Erfan (Gitar), Angga (Gitar), Iye Patria (Bass) dan Nico (drums). akan membawakan beberapa lagu hits mereka yaitu Dinda, Flyin’, Akhirnya Berpisah dan beberapa lagu milik Guns N’ Roses serta Queen yang legend di telinga publik khususnya rockmania.

Willy mengatakan, Mahameru berharap warga Medan dapat secara langsung menyaksikan penampilan Mahameru di panggung utama PRSU, sekaligus dapat melihat-lihat stand-stand yang ada di area Pekan Raya Sumatera Utara tersebut.

Ia juga berterimakasih kepada promotor Ferry Budiman Sumbayak dan Setya Darma yang telah memberi ruang bagi talent-talent- local hero bermain di panggung yang biasa dipakai band band dan artis nasional selama penyelenggaraan PRSU seperti Nidji dan Republik pekan lalu.

PIC Media PRSU 2019, Diurnanta Qelanaputra, secara terpisah membenarkan Mahameru malam ini akan tampil di main stage PRSU. Ia juga menegaskan bahwa PRSU senantiasa welcome kepada local hero terbukti dengan mengundang Mahameru, Relix, Fingerprint, dan band band Medan lain untuk bermain di panggung utama. “Bukan di panggung kaleng-kaleng, tapi panggung yang biasa dipakai untuk artis skala nasional, ” tegasnya. Menurutnya tinggal berpulang kepada band-band Medan itu sendiri, mampu tidak menarik massa pengunjung maupun komunitas musik di Medan untuk ramai-ramai  menyaksikannya.

“Ini tentunya sebuah tantangan bagi band band Medan, karena zaman sudah berubah dibandingkan pada era 90-an dulu dimana waktu itu band Medan itu ibarat magnet yang kuat, dimana mereka manggung selalu ramai penonton,  bahkan mau mereka beli tiket,” kenang Diur. Ia pun berharap pelaku dan penikmat musik di Medan mau saling mengapresiasi. “Caranya, ikut hadir di setiap band Medan tampil.Bukan hanya di PRSU tapi dimana saja ada even,” imbaunya.

OM-PUTRA

 

 

 

Berikan Komentar