OkeSehat

Diet Ketogenik, Ini Cara dan Manfaatnya

Jakarta –  Diet yang paling mudah dan sering digunakan sebagian orang yang memiliki berat badan berlebih adalah melakukan diet ketogenik atau diet keto. Diet keto ini mengurangi asupan karbohidrat dan gula dalam tubuh.

Untuk melakukan diet keto ini, harus bisa mengurangi porsi makan seperti biasanya dan mengubah menu makanan. Banyak manfaat yang bisa didapatkan selama melakukan diet ketogenik ini. Dilansir dari beberapa sumber, ini makanan yang harus dikonsumsi dan hindari selama diet ketogenik:

Makanan yang Harus Dikonsumsi saat diet ketogetik:
  1. Daging : Daging sapi dan sapi muda, ayam, kambing, domba, dan kalkun.
    2. Ikan: Salmon, trout, lele, sarden, tuna.
    3. Telur: konsumsilah telur dengan tinggi omega 3.
    4. Buah-buahan: stroberi, blueberry, raspberry, dan alpukat.
    5. Sayuran: brokoli, asparagus, kubis, timun, dan sayur-sayuran yang tidak mengandung karbohidrat.
    6. Kacang-kacangan dan biji: almond, kenari, biji bunga matahari, biji labu, wijen, flaxseeds, dan chia seeds.
    7. Produk Susu: Susu low fat, yogurt yunani low fat atau greek yogurt, krim asam, dan krim kental.
    8. Lemak dan Minyak: Minyak kelapa atau VCO, selai kacang, minyak alpukat, mentega, minyak wijen, minyak zaitun, dan minyak almond.
    9. Bumbu Masak: Garam, lada, dan bumbu masak sehat lainnya.
Makanan yang Harus dihindari saat diet ketogenik:
  1. Buah: semua jenis buah, kecuali stroberi, blueberry, raspberry, dan alpukat.
    2. Biji-bijian: produk yang menggunakan bahan gandum, sereal, pasta, nasi, dan yang mengandung karbohidrat tinggi.
    3. Kacang-kacangan: kacang merah, kacang polong, buncis.
    4. Umbi-umbian: wortel, kentang, dan ubi jalar
    5. Pemanis dan pemanis buatan: gula serta pemanis buatan yang mengandung sucralose, acesulfame, saccharin, aspartame.
    6. Bumbu: batasi penggunaan minyak nabati, mayones, dan lainnya
    7. Hindari minuman beralkohol, karena alkohol mengandung gula dan karbohidrat yang sangat tinggi.
    8. Makanan yang menggunakan gula: jus buah, permen, es krim, teh manis, soda, dan lainnya.

Tips: Untuk mengonsumsi makanan di atas selama diet ketogenik, hindari makanan yang digoreng menggunakan minyak goreng. Konsumsi makanan dengan cara merebus.

Manfaat diet ketogenik:

Berat badan menurun
– Tubuh jadi lebih sehat
– Terbiasa hidup sehat
– Mencegah penyakit pada tubuh
– Membuat kinerja otak dan jantung lebih maksimal

Diet terburuk

Namun, dalam perkembangan lain  banyak ahli justru berpendapat diet keto justru jadi diet terburuk. Mengapa?

Sebelumnya, diet keto atau ketogenik dilakukan bertujuan untuk memunculkan ketosis, kondisi metabolik yang membakar lemak yang disimpan oleh tubuh, bukannya karbohidrat, sumber energi alami tubuh.

Untuk mendapatkannya maka asupan karbohidrat harus dipangkas. Hal inilah yang merisaukan para nutrisionis, karena menurut mereka cara tersebut tidaklah sehat, demikian dikutip dari CNN.

Karbohidrat setidaknya dibatasi hanya 20 gram per hari dalam diet keto, dengan kadar sedrastis itu, diet keto bisa menyebabkan pusing, mual, sakit kepala, dan kelelahan di awalnya. Studi jangka panjang soal keefektifannya masih kurang.

Cara ‘terbaik’ untuk menurunkan berat badan dengan cepat adalah melakukan hal bodoh, tak berkelanjutan, dan bisa dibilang tak bertanggung jawab. Sebenarnya bukan terbaik, hanya cepat,” kata Dr David Katz, presiden True Health Initiative, organisasi non profit yang berdedikasi pada penyebaran kepedulian kesehatan dan pencegahan penyakit.

Ia melanjutkan, banyak hal yang sebenarnya buruk bagi kesehatan bisa menyebabkan penurunan bobot sementara. Diet yang paling efektif untuk penurunan bobot ‘cepat’ memberikan batasan yang ketat sehingga tak lagi bisa dijaga atau cocok dengan kesehatan.

Hal ini disebabkan penurunan bobot yang cepat umumnya menekankan pada pengurangan nutrisi secara drastis atau penghapusan seluruh kelompok makanan yang tidak dapat dipertahankan seiring waktu. Ketika dietnya berhenti, bobotnya kembali, malah bisa lebih tinggi dari awalnya, ini adalah respons tubuh terhadap diet ‘yo-yo’.

“Menghabiskan hidupmu dengan terobsesi dengan berat badan, dan menjalani dan menghentikan diet, bukanlah cara untuk hidup,” pungkas Katz.

Sumber: detikhealth

Berikan Komentar

Back to top button