Tak Terima Ditegur, Pemilik Anjing Aniaya Ustad Nur Sarianto

oleh -841 kali dibaca
Ustad Nur Sarianto (sebelah kiri) mengalami luka robek di pelipis kanan dan perempuan pelaku penganiayaan terhadap korban. OkeMedan/ist

OkeMedan – Medan. Ustad Nur Sarianto (54), warga Jalan Letda Sujono Medan dianiaya seorang wanita di Jalan Mandailing Medan, Kamis (7/2/2019) sore. Akibatnya pelipis sebelah kanan korban mengalami luka robek.

Kepada OkeMedan, Jumat (8/2/2019),  korban mengatakan pemukulan dipicu gara gara pelaku tidak terima ditegur oleh korban.

Kronologis kejadian, sore itu ustad Sarianto baru mengikuti rapat dengan guru madrasah Muhammadiyah di Jalan Mandailing, Kelurahan Bantan Timur, yang akan melaksanakan Pekan Olahraga Diniyah.

Namun karena kurang persyaratan, korban pulang mengambil keperluan persyaratan tersebut.

Di perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motornya, ustad Sarianto melihat murid madrasah dikejar anjing milik wanita keturunan Tionghoa yang belum diketahui identitasnya tersebut. Korban berhenti dan turun menegur pelaku agar tidak melepas anjingnya sembarangan.

Pelaku yang berperawakan rambut pendek dan memakai kacamata ini tidak terima dan membalas teguran korban dengan mengatakan “Anda Siapa”. Ustad Sarianto menjawab “saya manusia yang gak tega ada anak madrasah dikejar anjing sampai ketakutan. Setelah itu terjadi pertengkaran.

Sejumlah pemuda warga setempat yang melihat pertengkaran itu mencoba melerai. Bahkan mereka menyarankan agar korban menghindar pertengkaran. Selanjutnya korban menghindar dan pergi ke jalan Mandala. Saat itu korban lupa sepeda motornya tertinggal.

Korban berupaya kembali mengambil kendaraannya setelah persoalan mereda. Namun perempuan tadi datang bersama anaknya menyerang dan memukuli korban. Korban mengalami luka robek tiga jahitan di pelipis sebelah kanan.

Tak terima mendapat perlakuan tersebut, Ustad Sarianto membuat pengaduan ke Mapolsekta Percut Sei Tuan dan mendapat visum di RS Haji Medan.

Kejadian itu tidak berhenti begitu saja. Korban memberi kabar kepada keluarganya. Sontak Kamis malam, lokasi kejadian dan rumah pelaku berupa ruko yang mana lantai bawah kantor PT Sumo Tour & Travel ramai didatangi warga yang tidak terima kalau korban dianiaya.

Guna meredam emosi warga dan kasus tersebut tidak melebar kemana-mana, Polrestabes Medan mengerahkan petugas ke lokasi kejadian.

Bahkan Ketua MUI Medan Prof Dr H M Hatta datang untuk menenangkan massa yang sebagian dari aktivis Islam dan guru-guru madrasah.

Sekira pukul 23.00 WIB, pelaku dikabarkan telah menyerahkan diri ke Mapolresta Medan. Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan. OM ZAN

Berikan Komentar