Mahasiswi Protes Moeldoko Soal Pertanian Indonesia

oleh
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memberikan kuliah umum di Kampus UISU di Medan. OkeMedan/ist

OkeMedan – Medan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendapat protes saat memberikan kuliah umum yang berisikan kinerja dan keberhasilan Presiden Joko Widodo dalam memimpin Indonesia pada acara Temu Nasional XI Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara di Kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Selasa (12/3/2019).

Mantan Panglima TNI itu mendapat protes dilayangkan seorang ‎mahasiswi berasal dari Fakultas Pertanian  Universitas Islam Riau (UIR), bernama Linda Herman.

Ia menilai apa yang dipaparkan oleh ‎Moeldoko, tidak revelan dengan fakta yang ada di lapangan untuk pertanian di Indonesia ini. Sinergisitas dianggapnya masih menjadi kendala dan belum mampu pemerintah untuk menyelesaikan hal tersebut.

“Kita melihat saat ini, Menteri Pertanian sibuk bekerja memperbaiki kondisi pertanian kita. Sedangkan sinergisitas, dasarnya sendiri tidak diperbaiki,” kata Linda dalam sesi tanya jawab pada kuliah umum itu.

Kemudian, Linda mengungkapkan masih banyak kondisi petani yang terpuruk dan jauh dari kata sejahtera saat ini. Ditambah lagi, Pemerintah ‎juga belum melakukan kerjasama dengan bank untuk menyediakan kredit untuk petani.

Selanjutnya, menurut Linda Belum lagi persoalan di Dinas pertanian di Pemda yang terkesan abai dengan kondisi petani. “Petani dibiarkan begitu saja. Menanam padi sendiri, tanpa perbaikan benih, itu masih kurang,‎” ungkap Linda.

Pertanyaan mengkritik itu, langsung ditanggapi oleh Moeldoko. ‎Ia mengakui soal sinergitas dalam pertanian masih menjadi permasalah yang belum bisa diselesaikan Pemerintah dalam waktu cepat. Namun, dilakukan secara bertahap.

“Koordinasi, sinergisitas, kolaborasi sebuah kata yang mudah dikatakan. Tapi sulit dilakukan. Kenapa ada perbedaan, kebijakan, pandangan di ruang publik melihat dengan jelas antara menteri perdagangan dan menteri pertanian,” ucap Moeldoko.

Moeldoko juga mengungkapkan bahwa sudah pernah mengumpulkan para Kementrian dan Instansi terkait untuk membahas secara detail permasalahan pertanian di Indonesia secara keseluruhan.

“Kelemahan orang Indonesia ini masih berputar putar di sekitar data. Itu yah sungguh menjadi perasoalan. Sebagai contoh tadi. Untuk meluncurkan data BPS bahwa. Saat ini kita mengalami penurunan luas lahan baku itu sebuah perdebatan. Bukan sesuatu yang mudah,” sebut Moeldoko.

Sebelumnya, dalam kuliah umum. Moeldoko membahas atas pencapaian kinerja baik dilakukan Presiden Jokowi dalam pertanian. Yang dinilai sukses untuk menjaga kestabilan harga dan stok pangan di Indonesia.‎”Kondisi pangan di Indonesia terus membaik,” sebut Moeldoko dengan singkat.

Dalam kesempatan itu Moeldoko memberikan paparan soal pangan di Indonesia. Mulai dari ketahanan pangan, swasembada pangan, hingga program-program Presiden Joko Widodo yang diklaim sudah memperbaiki pangan di Indonesia.

“Tapi mungkin ada yang bertanya kenapa kalau Surplus masih impor,?” sebut Moeldoko.

‎Namun begitu pun, ‎Moeldoko tidak mempungkiri soal impor beras dilakukan Badan Urusan Logistik atau Bulog. Hal itu, sifat untuk menjaga persedian stok beras di gudang.

“Untuk itu stok nasional itu harus diisi, diisinya gak boleh kurang dari 100 juta ton. Kenapa demikian, kalau nanti terjadi sesuatu yang emergensi (bisa dikeluarkan), kita impor itu butuh waktu. Untuk itulah kita masih memerlukan impor. Impor beras bukan hal baru,” tandas ‎Moeldoko.

OM-ZAN

Berikan Komentar