KPK Geledah Ruangan Dinas PUPR Medan dan Rumah Dzulmi Eldin

oleh -330 kali dibaca
Tim KPK menggeledah ruangan Kadis PUPR Medan Isa Anshari, Sabtu (19/10/2019). OkeMedan.com/diaz

OkeMedan- Medan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Medan yang terletak di Jalan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sabtu (19/10/2019).

Dalam penggeledahan terkait kasus uang setoran yang menjerat Walikota Medan, Dzulmi Eldin serta Kadis PUPR Kota Medan, Isa Anshari itu terlihat ada 4 mobil diduga milik anggota KPK berada di halaman kantor tersebut.

Bahkan sejumlah personel kepolisian juga melakukan penjagaan secara ketat yang dilengkapi dengan senjata laras panjang di depan pintu masuk kantor itu.

“Sekitar pukul 09.30 WIB tadi ada anggota KPK datang di kantor ini dan langsung melakukan penggeledahan,” ujar salah seorang petugas kepolisian yang berjaga sembari melarang wartawan untuk masuk mengambil foto.

“Kami di sini sekadar melaksanakan tugas,” katanya.

Sementara itu di kantor Dinas PU Medan sendiri terlihat ada Kabid Drainase, Rispan Hutasuhut, Kabid Jalan dan Jembatan, Muchyar, Kabid Alat Berat Deddi, serta Sekretaris Ramlan dan beberapa staf lainnya berkumpul di salah satu ruangan.

Selain Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Penyidik KPK juga menggeledah rumah Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Rumah yang digeledah, terletak di Jalan Babura Lama, Keluruahan Darat, Kecamatan Medan Baru.

Tidak ada barang yang dibawa atau pun disita dari rumah yang disebut milik Dzulmi Eldin. Pemeriksaan di rumah yang bercat coklat itu berlangsung selama dua jam.

Hal itu diungkapkan oleh Nazaruddin Karim Lubis yang merupakan Abang dari Nurdin Lubis, Kepala lingkungan III. “Enggak ada. Setelah diperiksa enggak ada (barang yang dibawa),” ujar Nazaruddin yang menyaksikan penggeledahan, Sabtu (19/10/2019).

Saat dipastikan apakah benar itu rumah Dzulmi Eldin, dengam yakin Nazarudin menjawab pertanyaan awak media. “Rumah pak wali kota. Ada dua jam pemeriksaannya. Dari jam satuan tadi (pemeriksaan dimulai),” terangnya.

Pemeriksanan terhadap rumah tersebut, dilakukan oleh enam orang penyidik. Mereka dikawal oleh tiga orang personel polisi.

Penyidik KPK pergi meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.35 WIB. Mereka meninggalkan rumah bernomor tujuh itu dengan mengendarai dua unit mobil Innova berwarna hitam.

Sebelumnya diketahui, Rabu, 16 Oktober 2019 lalu, KPK resmi menetapkan Walikota Medan, Dzulmi Eldin dan 2 orang lainnya sebagai tersangka. Eldin dan Syamsul Fitri Siregar selaku Kepala Bagian Protokoler Kota Medan diduga menerima suap dari Isa Ansyari sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Medan.

Eldin diduga menerima suap Rp 330 juta untuk menutupi pengeluaran yang tak bisa dipertanggungjawabkan ketika dirinya melakukan perjalanan dinas ke Jepang. Saat itu, Eldin disebut-sebut membawa istri, dua anaknya dan pihak lain yang tak berkepentingan. *om/diaz/zan

Berikan Komentar