Jamaluddin Diduga Tewas Dinihari, Istri Sebut Subuh Pergi dari Rumah

oleh -161 kali dibaca
Jasad korban Jamaluddin saat dievakuasi. OkeMedan.com/ist

OkeMedan.com – Medan. Ada fakta baru kembali muncul dan terungkapnya kematian hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, Jumat (29/11/2019) lalu di areal sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Humas PN Medan, Erintuah Damanik saat berbincang dengan wartawan, Rabu (4/12/2019).

Dia mengatakan, dari hasil dari otopsi hakim Jamaluddin ternyata sudah meninggal sejak dinihari sebelum ditemukan di lokasi kejadian.

“Hasil visum/otopsi yang kami dengar, nyatakanya korban (Jamaluddin, red) sudah meninggal 20 jam. Jika dihitung mundur 20 jam, itu dia (Jamaluddin) meninggal sekitar jam 3 atau 4 subuh,” jelas Erintuah Damanik.

Erintuah mengaku belum mengetahui siapa pelaku yang membunuh rekan kerjanya. Sebab, sebelumnya Kapolda Sumut menyebut Jamaluddin dibunuh oleh orang dekat.

“Belum dapat kita, hanya dengar-dengar dari rekan wartawan, dari rekan pers bahwa ada terduga ini dan itu, cuma kita belum tahu pastinya. Kita enggak tahu lah ya, ini biasanya rekan wartawan yang lebih tahu,” sambungnya.

Ditanya apakah Jamaluddin memiliki pekerjaan lain, Erintuah menegaskan tak tahu. Namun, istri almarhum Jamaluddin memiliki bisnis properti.

“Kalo istri Almarhum suka share di facebook punya perumahan. Dia juga punya bisnis penimbunan tanah jalan tol. Sawit juga,” kata Erintuah Damanik.

Kepemilikan bisnis tersebut oleh keluarga Jamaluddin diyakini tidak melanggar prosedur. “Kalau gak ada (jabatan) saya kita gak masalah,” ucapnya.

Namun apa yang diungkapkan Humas PN Medan ini berbeda dengan pengakuan Zuraida Hanum istri Jamaluddin.

Seusai pemakaman suaminya, pada wartawan di kediamannya di rumah duka di Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019) petang menceritakan Jamaluddin berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB.

Saat itu semua perlengkapan seperti baju, sepatu dan perlengkapan kantor sudah disiapkannya di dalam mobil.

Namun, kata Zuraida, dia sudah menyarankan kepada suami untuk didampingi pergi ke bandara.

Namun suami tidak mau dengan alasan karena sudah pagi. Almarhum juga mengatakan setelah ke bandara akan langsung ke kantor PN Medan.

“Siapa yang akan dijumpai saya tidak tahu. Bapak tidak cerita ke saya siapa yang ingin berjumpa,” sebutnya dalam wawancara dengan sejumlah wartawan.

Apalagi selama ini, kata Zuraida, suaminya terkadang pulang bisa sampai malam hari, dan pergi ke kantor bisa lebih subuh sehingga tidak pernah menaruh rasa curiga.

Zuraida meminta kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku. Karena kasus kematian suaminya di dalam mobil dengan kondisi tidak wajar dan ada ditemukan memar di hidung serta posisinya berada di bangku tengah.

“Saya lihat kondisi bapak memar di hidung ketika dibawa ke rumah sakit. Harapan saya (kasus) ini segera terungkap,” kata Zuraida.

Berikan Komentar