Demo BLT di Madina, Mobil Dinas Wakapolres Dibakar

oleh -240 kali dibaca
Warga Desa Mompang Julu Madina membakar sejumlah kendaraan roda dua dan mobil serta memblokir Jalinsum menuntut BLT dan pencopotan Kades. Int/ist

Panyabungan | okemedan – Aksi demo menuntut transparansi penyaluran BLT yang dilakukan oknum Kades di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Senin (29 /6/2020), berlanjut dan ricuh. Bahkan diinformasikan mobil dinas Wakapolres Madina juga dibakar dan sejumlah polisi yang melakukan pengamanan mengalami luka-luka.

Aksi massa awalnya melakukan pemblokiran Jalinsum Medan-Padang ini menyampaikan sikap mosi tidak percaya terhadap Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan.

Warga juga mendesak Bupati Madina untuk memberhentikan Kepala Desa Mompang Julu karena diduga menyelewengkan BLT serta praktek KKN terhadap kebijakan yang telah dikerjakannya.

Namun negosisasi agar aksi dihentikan dan tidak ada titik temu, warga beringas dan membakar mobil dinas Wakapolres Madina, satu unit Sepeda motor, satu unit Mobil Suzuki Baleno serta melukai sejumlah petugas kepolisian yang berjaga.

Personel Brimob Dikerahkan

Sebagai upaya mengantisipasi dan meredam kerusuhan yang terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Satuan Brimob Polda Sumut dikerahkan, Senin (29/6/2020).

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Abu Bakar Tertusi melalui Danyon C Pelopor, Kompol Buala Zega menyampaikan, 1 SSK personel Sat Brimob ini telah diturunkan sejak pukul 18.00 WIB.

Buala menjelaskan, dalam pengamanan ini, pihaknya juga menyiagakan sebanyak 1 unit kendaraan Ranjabyon dan 3 unit Randis R 6. Selain itu para personel yang turun juga dilengkapi dengan peralatan lengkap untuk penindakan huru hara.

Buala menyebutkan, kerusuhan dengan cara melakukan pemblokiran jalan lintas Padangsidimpuan – Panyabungan ini disebabkan adanya masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000 berasal dari dana desa.

“Sampai saat ini unjuk rasa masih berlanjut,” tandasnya.

(zan/diaz)

Berikan Komentar