OkeNasional

Petisi Ribuan Masyarakat Desak Jokowi Copot Menteri Kesehatan Terawan

JAKARTA | okemedan. Ribuan masyarakat menandatangani petisi yang mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan keputusan mencopot Terawan adalah hak presiden.

“Ya itu tergantung pemerintah aja dalam hal ini Presiden. Kan beliau pembantu Presiden. Permintaan petisi apapun itu kan silakan saja,” ujar Azis di kompleks parlemen MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Azis berbicara soal komunikasi Terawan dengan DPR RI. Menurutnya, komunikasi Terawan kepada DPR RI cenderung lancar dan tidak ada masalah.

“Kinerja bersama-sama DPR dalam hal komunikasi bagus, lancar, nggak ada masalah. Kemudian nanti masalah-masalah yang apakah itu memenuhi kriteria daripada user, dalam hal ini Bapak Presiden ya, ini berpulang ke Bapak Presiden,” ujarnya.Ditemui secara terpisah, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan menteri adalah pembantu Presiden. Menurutnya, keputusan mencopot Terawan dari jabatannya adalah hak prerogatif Jokowi.

Petisi online yang dibuat di laman Change.org ini dibuat oleh Koalisi untuk Indonesia Bebas COVI9-19 yang terdiri dari JALA PRT, buruh Supinah, Presiden UIN Jakarta Sultan Rivandi, dan Ketua BEM UI Manik Marganamahendra, dan Irma Hidayana dari LaporCovid19.”Bahwa menteri adalah pembantu daripada presiden untuk melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan bidang masing-masing,” kata Dasco di kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Petisi bersangkutan muncul pada 30 September lalu yang awalnya menargetkan 5.000 tanda tangan. Pantauan detikINET di laman Change.org, pada Senin (5/10) ini, petisi tersebut sudah mendapatkan lebih dari 6.500 tanda tangan dengan target baru 7.500.

Di bagian deskripsi, koalisi menilai Terawan telah gagal sebagai Menteri Kesehatan dalam menangani pandemi. “Sudah bulan keenam pandemi Covid-19 di Indonesia. Bukannya membaik, situasinya justru makin parah. Salah satunya karena penanganan Covid-19 yang buruk,” demikian deskripsi mereka.

OM- detik.com

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button