OkeNews

Kadisperindag, Kabid Keuangan Pemkab dan Staf Sekda Agara Diduga Pesta Narkoba di Medan

Medan | okemedan. Polrestabes Medan menangkap 2 oknum pejabat dan satu pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Aceh Tenggara (Agara) saat menggelar pesta narkoba di salah satu lokasi hiburan malam Kota Medan pada 27 September 2020 kemarin.

Rilis kasus itu digelar, Rabu (30/9/2020), oknum pejabat itu adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Pemkab Aceh Tenggara berinsial R (52) dan Kepala Bidang (Kabid) Keuangan Pemkab Aceh Tenggara berinsial Z (43). Sedangkan satu PNS adalah staf Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Aceh Tenggara berinsial S (52).

Selain tiga orang tersebut, polisi turut menangkap 3 tersangka lainnya yang juga warga asal Aceh, yakni SEP (48), D (40) dan B (52). Sedangkan dua orang wanita yang juga ikut diamankan berstatus saksi.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, penangkapan terhadap keenam tersangka berawal dari adanya informasi masyarakat pada Sabtu (26/9/2020) sore.

Sumber  itu menyebut ada sekelompok orang yang hendak menggelar pesta narkoba pada salah satu tempat hiburan malam Kota Medan.

“Atas informasi tersebut, rekan-rekan dari Satres Narkoba melakukan penyelidikan,” kata Kombes Pol Riko didampingi Kasatres Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, Rabu (30/9/2020).

Selanjutnya, personel kepolisian melakukan surveilance (pengintaian) mulai dari para tersangka masuk ke dalam lokasi hiburan malam sekitar Jalan Imam Bonjol Medan, hingga beranjak keluar.

Minggu (27/9/2020) dinihari sekitar pukul 04.30 WIB, polisi lalu menggerebek para tersangka di Jalan Darusallam Medan.

Dari pemeriksaan polisi menemukan barang bukti 1 butir pil ekstasi yang tersimpan dalam mobil.

“Tiga tersangka mengaku sebagai PNS, dan lainnya wiraswasta serta sopir,” jelas Kombes Riko.

Riko menyebut, para tersangka membeli narkoba di Medan. Saat ini Satres Narkoba Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengembangkan kasus tersebut.

“Mereka membeli ekstasi 6 butir. Ada yang memakai 1 butir, ada yang memakai setengah butir, ada yang seperempat. Karena mereka memakai narkoba, mereka lupa sisa berapa,” terang Riko lagi.

Saat wartawan menanyakan apakah ketiga tersangka tersebut nantinya akan direhabilitasi, Riko mengatakan pihaknya hingga saat ini masih melakukan penahanan.

Karena perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 Jo 132 UU RI No.35 tahun 2009. Ancaman hukumannya berupa kurungan penjara diatas 5 tahun.

OM-bandi

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button