OkeNews

Hari ini Matahari Melintas Tepat di Atas Ka`bah, Sesuaikan Arah Kiblat

Jeddah– Matahari akan kembali melintas tepat di atas Ka`bah, Mekkah, Arab Saudi pada hari ini, 27 Mei 2020 dan besok. Momentum ini menjadi saat tepat untuk menyesuaikan kembali arah kiblat sholat bagi umat Islam di seluruh dunia.

Fenomena ini adalah yang pertama tahun ini dan akan berlangsung tepat pada 12:18 siang waktu Saudi (13:18 waktu Uni Emirat Arab atau 09:18 GMT), kata Majid Abu Zahira, kepala Asosiasi Astronomi Jeddah.

“Fenomena vertikal matahari ini akan terjadi untuk pertama kalinya tahun ini dan Mekah akan lurus di bawah matahari. Ini berarti semua struktur dan tubuh di Masjidil Haram tidak akan memiliki bayangan pada waktu itu … itu akan menjadi nol bayangan,” katanya kepada surat kabar Saudi Sharq.

Abu Zahira mengatakan fenomena ini akan membantu umat Islam di seluruh dunia dalam mengetahui arah Mekah yang tepat, termasuk yang di Eropa, Afrika, Rusia, Cina dan Asia Timur, di mana waktu terbaik untuk menentukan arah Mekah adalah sekitar matahari terbenam dengan melihat matahari.

Di Amerika Utara dan Selatan, arahnya paling dikenal saat matahari terbenam pada hari itu, katanya.

“Umat Islam dan orang lain dapat mengatur arah itu dengan meletakkan tongkat atau benda lain secara vertikal di tanah pada waktu itu. Bayangannya akan menunjuk secara akurat ke arah Mekah … ini berlaku untuk daerah yang jauh tidak di daerah yang dekat dengan Mekah seperti Jeddah,” katanya .

Sementara itu, dari tanah air Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim mengatakan, peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 Wita pada 27 dan 28 Mei 2020. “Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka`bah,” kata Agus dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (26/5).

Agus menambahkan, momentum ini dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.

Agus menambahkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat.

Pertama, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus bisa menggunakan lot/bandul.

Kedua, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata.

Ketiga,  jam pengukuran harus disesuaikan dengan standar BMKG, RRI atau Telkom. *

 

Red

 

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button