OkeNews

Community TB – HIV Care Aisyiyah SSR Labuhanbatu Gelar Rakor TBC

OkeMedan – Labuhanbatu. Community TB – HIV Care Aisyiyah SSR Labuhanbatu menggelar rapat Kordinasi (Rakor) dengan Civic Sosiety Organisation (CSO) Strategy of Aisyiah for TBC Elemination, Kamis (29/11/2018) di aula Panti Asuhan Aisyiyah jalan WR Supratman, Rantauprapat.

Kordinator SR Community TB – HIV Care Aisyiyah Muhammad Medan, Irsan Armadi dalam kesempatan itu mengulas tentang minimnya alokasi anggaran dalam mengatasi masalah Tuberkolusis (TBC).

Dia menilai, penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) juga seharusnya mengalokasikan dana untuk program kesehatan. Khususnya antisipasi penyebaran TBC di masing-masing desa.

Sehingga ADD dapat dimaksimalkan selaras dengan realisasi program kesehatan. “Banyak ADD yang kembali ke Pemerintah pusat. Karena ketidakmampuan pemerintah desa memanfaatkan anggaran tersebut,” ujarnya dihadapan Ketua PD Aisyiyah Labuhanbatu Anita Ridani.

Padahal dengan serapan anggaran yang rendah menjadi penilaian kurang baik dalam efektivitas ADD. Dibutuhkan program terbaik dalam upaya menyadarkan masyarakat tentang cara mengatasi dan mengantisipasi sebaran virus TBC.

Sementara itu, Syamsul Bekti Pengurus Daerah Muhammadiyah Labuhanbatu mengatakan dibutuhkan upaya membangun kesadaran masyarakat dalam memahami bahayanya TBC di tengah masyarakat.

“Membangun kesadaran masyarakat tentang menjaga dan berpola hidup sehat menjadi hal utama,” ujarnya.

Selain itu, bagaimana merangkul sejumlah mitra untuk berperan serta mengatasi TBC. Yaitu, Pemerintah Daerah maupun perusahaan-perusahaan yang ada, dalam rangka memberikan dukungan dana.

Sedangkan, Ketua PD Muhammadiyah Labuhanbatu Yursalim Nasution mengutarakan, profesi kader dalam membantu pasien suspec TBC paru adalah kegaiatan sosial. Bertujuan bagaimana masyarakat agar sehat.

Sosialisasi perlu ditingkatkan sehingga terjadi pemahaman masyarakat tentang program Community TB – HIV Care Aisyiyah SSR Labuhanbatu.

“Perlu juga menjadi materi kutbah Jumat di dalam masjid. Agar masyarakat sadar tentang bahaya TBC,” imbuhnya.

Kegiatan itu diikuti sejumlah peserta dari pelbagai elemen. Yakni, Komisi Penanggulangan Aids Labuhanbatu, Perwakilan Dinkes Labuhanbatu, Forum Masyarakat Madani (FMM), KDS RPC dan sejumlah kader TBC Aisyiyah.

Rakor itu upaya menyerap aspirasi dari sejumlah peserta untuk mendapat langkah efektif penanggulangan TBC di Labuhanbatu. Khususnya upaya media dan sosialisasi serta dukungan peran serta tokoh agama dalam membangun kesadaran masyarakat. OM H5

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button