OkeNews

Bupati Madina Ciptakan Alat Pencegah Virus dan Tingkatkan Antibodi

Panyabungan – Ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang dirasakan masyarakat penjuru tanah air, Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs Dahlan Hasan Nasution menciptakan sebuah inovasi berupa alat yang berguna mencegah berbagai macam virus masuk ke tubuh manusia.

Alat itu pun tergolong sederhana, tetapi punya manfaat yang amat banyak untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta membakar kalori dan kolesterol di dalam tubuh manusia.

Berawal dari penataan tempat wisata legendaris ‘Sampuraga’ di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan, Madina. Dimana belakangan ini, Bupati Madina sedang menata objek wisata air panas yang sudah lama tertinggal dan tidak pernah dikembangkan itu.

Kemudian, Bupati Dahlan Hasan menciptakan beberapa alat untuk digunakan sebagai mediator penyaluran uap air panas untuk membakar kalori dan kolesterol di tubuh manusia.

Alat pertama yang diciptakan Bupati Madina di lokasi air panas ‘Sampuraga’ yaitu kursi yang terbuat dari olahan besi yang bisa digeser hingga ke tengah kolam air panas. Setiap orang yang mencoba duduk di kursi itu akan merasakan uap air panas bercampur belerang sehingga keringat mendidih akan keluar.

“Tim dokter kita sudah meneliti secara ilmiah bahwa alat ini sangat bermanfaat untuk mengantisipasi beragam virus yang hinggap ke tubuh manusia. Dan, apabila di tempat lain ada air panas yang mengeluarkan belerang, tentu sangat baik menggunakan alat ini,” kata Dahlan, kepada wartawan, Jumat (17/4/2020).

Di sekitar lokasi wisata ‘Sampuraga’, Bupati Madina juga membentuk sebuah tempat di atas sumber uap air panas bercampur belerang berupa tumpukan batu disusun rapi dan diikat dengan kawat. Lebarnya ada 2 meter dengan ketinggian 1 meter dan panjangnya sekitar 100 meter. Dari sela-sela baru tersusun itu keluar uap air belerang yang suhunya mencapai 46 derajat. Setiap orang yang duduk di atas batu itu akan merasakan uap panas air belerang, bila bertahan sekitar 15 menit, maka keringat akan mendidih. Dan dapat dipastikan tubuh makin segar. Ini juga sudah dibuat penelitian oleh tim dokter dan memutuskan itu amat baik untuk meningkatkan anti body manusia.

Dan ketiga, Bupati Madina menciptakan alat yang diberi nama ‘Taryaqu Firus’ yang diartikan dengan ‘pencegah virus’.

Saat ditemui di rumah dinas Bupati Madina di Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan, Bupati Madina beserta beberapa stafnya di Pemerintahan juga ada pimpinan lembaga vertikal seperti Kepala Kantor Kemenag melakukan uji coba alat yang diciptakan Bupati tersebut.

Alat itu terbuat dari stainless yang dibentuk seperti tempat pembaringan. Di bawahnya ada sebuah kotak membentuk segi empat sesuai ukuran tempat pembaringan.

Di dalam kotak tersebut berisi beragam rempah. Ada serai wangi, daun sirih, jahe, pandan dan rempah lainnya. Di bawahnya lagi ada kompor gas sebagai alat mediasi penyalur panas dan uap rempah-rempah. Setiap orang yang ingin mencoba akan naik ke tempat seperti pembaringan, lalu dibalutkan kain khusus untuk menutup semua anggota tubuh mulai dari ujung kaki sampai kepala dan yang terlihat hanya wajah.

Kemudian akan berbaring ibarat orang tidur. Dengan kondisi terbaring selama 15 menit, maka akan terasa uap panas dengan wewangian dari rempah-rempah.

Selama 15 menit itu juga setiap yang mencoba akan merasakan keringat mendidih dan uap tubuh yang wangi rempah. Pastinya yang mencoba akan merasa bugar dan segar.

“Tentunya alat ini kita harap bisa salah satu membantu tugas kita menghadapi covid-19. Ini juga kami harap dapat membantu mengantisipasi beragam virus, karena alat ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan membakar lemak di tubuh,” jelasnya.

“Alat Ini nanti akan kami kirim ke Provinsi, dan kami harap profesor kesehatan bisa meniliti alat ini. Kalau ternyata bisa membantu masyarakat mengantisipasi berbagai macam virus, kenapa tidak diperbanyak dan bisa diberikan untuk daerah Kabupaten/Kota lain di Sumut. Soal campurannya bisa saja diperlengkap dengan rempah-rempah tradisional,” ungkap Dahlan lagi.

Menciptakan alat yang dapat membantu mencegah penyebaran berbagai macam virus tersebut, kata Bupati, terinspirasi dari pola menjaga kesehatan yang diterapkan para orangtua zaman dahulu.

“Berpuluh tahun hingga beratus tahun dahulu. Jangankan dokter, bidan pun belum ada di desa. Beginilah pola menjaga kesehatan yang dilakukan para orangtua kita zaman dahulu. Termasuk saya sendiri. Sewaktu kecil kami selalu diajari orangtua untuk meningkatkan kesehatan dengan cara duduk di atas air panas yang sudah dicampur dengan rempah-rempah. Situasi Covid-19 ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk kembali ke alam. Tuhan menciptakan ini semua dengan segala manfaat yang terkandung di dalamnya. Kita saja sebagai manusia yang terkadang lalai dengan ciptaannya,” terangnya.

(M1)

Berikan Komentar

Tags

Baca Juga

Back to top button
Close