OkeNasional

Kasus Positif Covid-19 di Aceh Bertambah Sebanyak 103 Orang

Banda Aceh | okemedan.com  Kasus positif Covid 19 di Aceh bertambah sebanyak 103 orang pada Jumat (31/7) yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha. Jumlah kali ini merupakan rekor tertinggi kasus infeksi virus corona harian di Aceh sejak Maret lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif membenarkan adanya lonjakan drastis kasus corona dalam tempo 24 jam terakhir. “Ya benar, ada penambahan 103 kasus,” kata Hanif singkat saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Rekor tertinggi kasus harian virus corona diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan tes swab real time polymerase chain di Balitbangkes Aceh dan labporatorium penyakit infeksi Universitas Syiah Kuala.
Secara rinci, Hanif mengatakan rekor Covid-19 tersebr 32 orang di Kota Banda Aceh, 16 di Aceh Barat Daya, 14 di Aceh Besar, 11 orang di Aceh Selatan, enam orang di Bireun, lima kasus di Aceh Tamiang. Lhokseumawe, Aceh Tengah dan Aceh Barat masing-masing empat kasus.

Sementara Langsa, Pidie dan Simeulue masing-masing satu kasus. Satu kasus lainnya berasal dari warga luar daerah Aceh.

Secara kumulatif hingga saat ini kasus infeksi virus corona di Aceh mencapai 415. Jika dirinci, sebanyak 94 pasien sembuh, 12 meninggal, dan 309 lainnya masih menjalani perawatan.

Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Azharuddin mengatakan peningkatan rekor kasus corona terjadi karena masyarakat mulai mengabaikan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan.

Tak hanya itu, Azharuddin juga mengatakan jika saat ini masih ada warga yang tidak percaya adanya virus corona. Sehingga mereka tidak menghiraukan bahaya penularan virus serupa SARS tersebut.

“Delapan dari 10 tu tidak percaya (adanya virus corona), yang percaya itu hanya dua orang. Makanya susah kita kalau masyarakat memang nggak percaya. Orang abai, karena dia memang tidak lihat, tidak yakin,” ujar Azharuddin.

Kendati sudah ada sosialisasi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait bahaya virus corona, tingkat kedispilinan warga untuk mengikuti protokol kesehatan masih rendah.

“Sosialisasi sudah baik, namun tingkat kedisiplinan masyarakat masih abai, cuek, dan tidak mau patuh,” katanya.

OM-nta/CNNIndonesia

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button