OkeNasional

49,8 Kg Sabu Diselundupkan di Truk Bermuatan Kelapa

Napi LP Palembang Pengendali

Medan | okemedan. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 49,8 Kg narkotika jenis sabu di kawasan Kampung Lalang, tepatnya sebelum pintu gerbang tol Helvetia.

Dalam pengungkapan, BNN juga berhasil mengamankan 4 orang tersangka jaringan peredaran gelap narkotika jenis Sabu Aceh-Medan, dalam rentang waktu tanggal 12-15 Agustus 2020.

Keempatnya adalah, Masing-masing atas Munirwan, Muhammad, Suherman (Napi LP di Palembang sebagai pengendali), dan Iswandi.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari menyebutkan, pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat, adanya transaksi narkotika di wilayah Medan oleh jaringan narkotika Aceh-Medan yang dikendalikan napi.

Truk yang mengangkut sabu. Ist

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, diketahui ada truk diduga sebagai pembawa barang dalam keadaan rusak, di bengkel daerah Cemara, kota Medan.

Setelah perbaikan, kata dia, truk tersebut lalu keluar bengkel menuju arah Tebingtinggi. Setelah keluar pintu Tol Tebingtinggi, ketika melintas di Jalan Lintas Sumatera, Sipare-pare Air Putih, Batubara, truk tersebut berhasil diamankan.

“Dari penangkapan itu 2 orang berhasil diamankan dari truk Mithubishi BL 8853 dalam keadaan berhenti,” ungkapnya, Senin (17/8/2020).

Pasca penangkapan, lanjut dia, kemudian dilakukan penggeledahan di kawasan Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, tepatnya sebelum pintu gerbang tol Helvetia terhadap truk Berisikan kelapa yang diduga membawa narkotika jenis sabu.

Dari penggelehan tersebut didapatkan 47 bungkus plastik teh warna hijau berisi 49.8 Kg narkotika jenis Sabu kristal.

“Selanjutnya para tersangka dan barang bukti diamanKan untuk dilakukan pengembangan dan proses penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain barang bukti narkotika, tambah Arman, pihaknya juga mengamankan 4 unit handphone, kartu identitas dan paspor atas nama Iswandi. Saat ini tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan jaringan dan pelaku lain.

“Tim lapangan tetap melakukan interogasi dan pengembangan terhadap para tersangka guna menemukan keterlibatan jaringan dan pelaku lain,” katanya.

OM-bandi

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button