OkeHukum

Selama Pandemi Covid-19, Poldasu Tangani 3 Kasus Menonjol

Medan I okemedan. Sejak pandemi Covid-19, Polda Sumut banyak menangani kasus. Namun, ada tiga kasus yang menonjol di Sumatera Utara yang terjadi selama pandemi virus corona.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, kasus yang menonjol pada pandemi, yakni penguburan jenazah yang diduga terpapar Covid-19 dilakukan salah satu rumah sakit di Kota Medan.

“Kasus yang pertama, yaitu tentang tindak pidana barang siapa mengubur dan menyembunyikan membawa atau menghilangkan jenazah dengan maksud menyembunyikan kematian,” sebut Nainggolan, Kamis (27/8/2020).

Kata dia, dalam kasus ini, pihak Rumah Sakit MT dilaporkan oleh keluarga. Karena, menurut dia, awalnya pasien masuk ke rumah sakit dengan sakit kanker tapi setelah meninggal dinyatakan terpapar Covid-19.

Merasa dirugikan karena pihak rumah sakit melakukan penguburan pemulasaran jenazah Covid-19, pihak keluarga pun melaporkan ke Polda Sumut.

“Kasus ini dilaporkan ke Poldasu, dan masih dalam penanganan,” terangnya.

Kemudian, sambun dia, kasus yang menonjol yang ditangani Polda Sumut, yakni kerusuhan hingga penganiayaan anggota Polri di Kabupaten Madina pada Juni 2020.

“Tentang tindak pidana barang siapa dengan sengaja membakar, menjadikan letusan yang mendatangkan bahaya bagi umum atau barang siapa dengan sengaja membinasakan membuat hingga tidak dapat dipakai lagi atau merusak sesuatu pekerjaan untuk lalu lintas bagi umum dengan merintangi sesuatu jalan umum atau barang siapa bersama-sama melakukan kekerasan atau ancaman melawan kepada seorang pegawai negeri yang melakukan pekerjaan yang sah atau secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan barang siapa dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan suatu kegiatan,” katanya.

Kasus ini, sudah tahap penyidikan. Bahkan, Ditreskrimum Poldasu yang menangani kasus ini sudah menetapkan 20-an tersangka.

“Ini kasus keributan hingga penganiayaan di Kabupaten Madina diawali dengan demo dana bantuan Covid-19 hingga terjadi kerusuhan di jalan lintas sumatera,” tutur Nainggolan.

Selanjutnya, sambung Nainggolan, kasus yang menonjol di Sumatera Utara selama Pandemi, yakni pemalsuan surat bebas Covid-19 yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tapteng. Dalam kasus ini, pihak Polres Sibolga menahan seorang ASN dan perawat dan sudah ditetapkan sebagai terangka.

Untuk kejahatan konvesional jalanan, seperti pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian dengan pemberatan (Curat) di wilayah hukum Polda Sumut selama masa pandemi masih terbilang belum ada peningkatan.

“Setiap daerah pasti ada saja kejahatan konvesional. Tapi tidak ada peningkatan yang signifikan,” pungkasnya.

OM-bandi

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button