OkeHukum

Pria Bugil Keluar Hotel Akibat Diancam Waria

Medan– Video seorang pria tanpa busana, atau bugil berteriak minta tolong di depan salah satu hotel di Jalan Waru, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, viral di media sosial.

Video yang sudah ditonton hingga puluhan ribu kali dengan ratusan komentar, sempat menghebohkan warganet setelah salah satu akun Instagram mengunggahnya.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing, Minggu (31/5/2020) menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/5) sekitar pukul 22.30 WIB. Pria berinisial AAD lari telanjang bulat dan meminta tolong kepada warga sekitar.

Dari pengakuannya, AAD awalnya menggunakan aplikasi MiChat dan mengajak seorang perempuan berinisial WD berkenalan dan bertemu. Keduanya pun sepakat bertemu di Jalan Waru.

“Setelah ketemuan, Windi Dian mengajak AAD ke OYO Prime Inn kamar 305 untuk mandi membersihkan diri,” sebut Martuasah.

Setibanya di kamar, AAD bertemu seorang waria bermarga Zega yang baru keluar dari kamar mandi.

“Saat itu AAD tidak menutup pintu kamar mandi dan melihat Zega membuka pintu kamar hotel, kemudian masuklah satu waria lagi ke kamar tersebut,” sambungnya.

Lebih lanjut, Martuasah menceritakan, waria yang baru masuk itu berinisial RI alias Brenda. Kemudian dia mengambil pakaian dan tas yang berisi dua unit handphone serta kunci sepeda motor milik korban.

AAD yang ketakutan lantas memohon kepada Brenda agar mengembalikan pakaian, dan tasnya. Tetapi waria itu menolak.

“Di situ Brenda mengancam AAD dengan mengatakan ‘kau bayar Rp 5 juta kalau gak kugorok kau’,” terangnya.

Mendengar omongan Brenda, AAD semakin ketakutan dan langsung melarikan diri keluar dari kamar hotel, tanpa pakaian sambil berteriak meminta tolong.

“Sesampai di seberang jalan tepatnya di depan hotel, warga yang mendengar langsung mendekati AAD dan menanyainya. AAD meminta tolong dan mengaku dirampok di kamar 305. Warga langsung masuk hotel menuju kamar 305 dan menemukan tiga orang di kamar tersebut. Warga pun marah dan meminta pakaian dan tas AAD dikembalikan,” jelas Martuasah.

Tak lama kemudian, tiga orang tersebut diamankan warga ke lobi hotel.
Mendapat laporan adanya keributan, petugas dari Polsek Medan Baru mendatangi lokasi kejadian. Namun dalam kasus ini tidak ada yang diterapkan sebagai tersangka.

Di Polsek Medan Baru, AAD membuat surat pernyataan yang berisi dirinya tidak senang atas terjadinya peristiwa malam itu dan telah mengganggu ketertiban umum.

Lalu AAD berjanji tidak akan melakukan keberatan dan juga tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Dia bersedia dihukum jika kembali melakukannya serta memohon agar dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Surat pernyataan itu disertai dengan materai Rp 6.000 dan ditandatangani tujuh orang saksi,” ungkap Martuasah.

(red) 

Berikan Komentar

Back to top button