OkeHukum

Polda Periksa Terlapor Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPRD Sumut

Medan I okemedan. Subdit V/Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut memeriksa terlapor dugaan pencemaran nama baik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), Franc Bernhard Tumanggor, Jumat (18/9/2020).

Terlapor adalah ATB pemilik akun media sosial (medsos) facebook atas nama ASB alias Eldon Brutu.

“Ya benar, kita sedang mendengar keterangan terlapor saat ini,” ujar Kasubdit V/Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Bambang Rubianto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/9/2020) sore.

Ketika ditanya sejauh mana hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, Bambang mengaku belum bisa memberikan kesimpulan. Kata Bambang, penyidik masih mengumpulkan keterangan.

Sementara itu, pelapor sekaligus kuasa hukum korban, Rinto Maha dan Jundri Berutu mengatakan, terlapor dilaporkan ke Subdit V/Cyber Ditreskrimsus Polda Sumut atas kasus dugaan ujuran kebencian kepada kliennya, Franc Berhad Tumanggor yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumut (dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat).

Dimana, dalam unggahannya di medsos Facebook akun Anta Sulangat Brutu alias Eldon Brutu, kata dia, terlapor menuliskan perkataan yang asangat tendensius terhadap korban.

“Jadi postingan-potingan terlapor itu mengarah ke ujaran kebecian, sehingga kita laporkan,” kata Rinto.

Adapun poinnya, lanjut Rinto, terlapor menuduh bahwa korban menjual suara masyarakat Pakpak Bharat sebagai kepentingan politik karena memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) ke wilayah Pakpak Baharat. Selain itu, terlapor juga banyak mempolitisir perkataan-perkataan korban yang postif menjadi negatif di akun media sosialnya.

Hal ini, kata Rinto, tentu sangat merugikan korban sebagai tokoh masyarakat yang ingin berbuat baik namun malah difitnah sedememikian rupa.

“Padahal korban memberikan bantuan APD di bulan April 2020 itu murni sebagai bentuk perhatian beliau sebagai anggota DPRD Sumut, terlebih belum ada tahapan Pemilukada di Pakpak Bharat. Makanya klien saya bertanya-tanya, ada apa ini. Kenapa malah di fitnah-fitnah, kan tidak benar ini,” sebutnya.

Untuk itu, kata Rinto, ia selaku pelapor sekaligus kuasa hukum korban berharap agar penyidik segera mengembangkan kasus tersebut. Sebab, dia menduga, perbuatan terlapor diduga ditunggangi oleh oknum tertentu untuk mencemarkan nama baik korban.

“Apalagi terlapor ini adalah oknum BUMD di Pakpak Bharat. Jadi kesannya, dia (terlapor) ini mendukung salah satu calon kepala daerah di wilayah Pakpak Bharat atau rival klien kami. Makanya kita minta penyidik untuk segera menetapkan terlapor sebagai tersangka dan mengemabangkan kasus ini. Siapa yang menyuruh, siapa yang mendanai, apa motifnya, siapa-siapa saja yang terlibat dibaliknya. Ini perlu dilalukan, agar kasus ini terbuka secara terang benderang,” ungkapnya.

Terakhir, ditambahkannya, ia juga mengingatkan kepada oknum-oknum di Pakpak Bharat agar profesional dan tidak menjatuhkan nama baik kliennya dengan perkataan-perkataan tidak benar. Mengingat, di wilayah Pakpak Bharat dalam waktu dekat akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah.

“Kita pasti tidak diam. Siapapun yang melakukan hal kotor seperti itu lagi kepada klien kita, pasti akan kita laporkan ke pihak yang berwajib,” pungkasnya.

OM-bandi

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button