OkeHukum

Masa Pandemi, Tahanan Polisi Over Kapasitas

RTP akan Dibangun di Eks Sampali

Medan | okemedan. Tahanan di sel Polres/tabes dan Polsek di jajaran Polda Sumut hampir semuanya mengalami over kapasitas imbas dari pandemi Covid-19. Penumpukan tahanan ini juga disebabkan karena pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rutan tidak menerima tahanan titipan.

Menanggapi kondisi ini, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja menyebutkan, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin telah berkoordinasi dengan pihak Lapas di Sumatera Utara.

Dalam koordinasi itu pihaknya berencana melakukan pembangunan atau merelokasi ruangan tahanan baru di eks Sekolah Polisi Sampali Sumut.

“Kita sudah koordinasi, dalam hal ini Krimum Poldasu dengan Lapas untuk membangun Rumah Tahanan Polisi (RTP) di eks Sampali,” kata Tatan, Senin (10/8/2020).

Namun, karena situasi saat ini masih pandemi Covid-19, pembangunan rumah tahanan itu masih ditunda.

“Situasi saat ini masih Covid-19, jadi pembangunannya tertunda sampai waktu yang belum ditentukan,” ucap Tatan.

Untuk saat ini, pihak kepolisian masih memanfaatkan secara maksimal ruangan tahanan yang ada menunggu pembangunan RTP yang baru.

“Memaksimalkan RTP yang ada, namun tetap menyesuaikan situasi,” sebut mantan Waka Polrestabes Medan itu.

Seperti yang dilakukan salah satu Polsek di jajaran Polrestabes Medan, sebut Kabid, membangun ruang tahanan sendiri dengan biaya swadaya sendiri. “Karena sudah over kapasitas, Polsek tersebut berinisiatif membangun ruang tahanan sendiri,” ucapnya.

Dia menyebutkan, untuk anggaran atau biaya para tahanan yang ada di Polsek dan Polres/tabes, maupun di Poldasu, sudah ada anggarannya. Namun, dia mengaku, dengan banyaknya over kapasitasnya para tahanan, anggaran sudah pasti bertambah.

“Untuk biaya (makan) para tahanan, itu sudah dianggarkan dari pemerintah. Tapi kalau saat ini ada kendala, nanti kita koordinasi lagi dengan pimpinan agar ada pengajuan anggaran baru,” kata Tatan.

Dengan over kapasitasnya tahanan di sel Polsek, Polres/tabes dan Poldasu, akan membuat rentannya penularan virus Covid-19 terhadap para tahanan. Namun, pihak kepolisian mensiasati agar para tahanan yang baru masuk maupun yang akan disidangkan untuk dilakukan test rapid.

“Kita kirim dulu ke Bidang Kesehatan Poldasu maupun Polres. Dilakulan rapid test terlebih dulu kepada tahanan yang baru masuk maupun yang akan disidangkan,” jelasnya.

Namun, sebut dia, untuk biaya rapid test ini, pihak kepolisian melakukan dari swadaya pribadi lagi. “Seperti yang saya bilang tadi, kalau pun ada kendala kita koordinasi dengan pimpinan,” akunya.

OM-bandi

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button