MA, Bos Travel Umroh di Medan Ditangkap, Tipu Ratusan Jemaah Umroh

oleh
Kombes Pol Andi Rian sedang memaparkan kasus penipuan terhadap jemaah umroh oleh PT Green Shaavire Holidays.Okemedan/wan

OkeMedan-Medan  Kasus penipuan jamaah umroh,kembali terjadi. Kali ini  di Sumatera Utara,  Terbukti Polda Sumut berhasil menangkap Bos travel umroh, PT Green Shaavire Holidays,berinisial MA,   beralamat di Jalan Brigjen Katamso  Medan.

Kasus penipuan jamaah umroh tersebut dipaparkan Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut  Kamis petang (28/2) “”Ya kami Ditkrimum Polda Sumut telah  mengamankan Direktur PT Green Shaavire Holidays  MA  karena diduga terlibat dalam kasus penipuan atau penggelapan terkait perjalanan ratusan jemaah umrah,” ungkap Kombes Pol Andi Rian.

“Bahkan kami juga sudah menetapkan pria ini  sebagai tersangka dalam kasus penipuan  dengan total kerugian sekitar 2,8 miliar itu, ” sebut Andi Rian didampingi AKBP M. P. Nainggolan.

Komisaris Besar Andi Rian mengatakan selain itu, tersangka juga diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menggunakan uang setoran calon jemaah.  “Ada lebih seratus jemaah yang dirugikan. Mereka sudah bayar, tetapi pada hari H keberangkatan pesawat yang dijanjikan tidak ada,” terang Komisaris Besar Andi Rian,yang juga tampak didampingi Kasubdit 3/Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak,.

Terungkapnya kasus ini lanjut Andi berawal dari dua laporan korban perusahaan travel itu ke polisi. Pelapor pertama yakni Abdullah, Direktur PT Al-falah Tour. Pelapor kedua adalah Idrus Marpaung, Direktur PT Thoriq Haramain.

“Pelapor pertama mengalami kerugian sekitar 591 juta rupiah sedangkan pelapor kedua rugi sekitar 343 juta,” terang polisi berpangkat melati tiga itu.

Menurut Andi Rian, calon jemaah meminta pengurusan keberangkatan umroh melalui dua PT yang sekarang menjadi korban. Untuk PT Al-falah Tour, ada 53 calon jemaah tetapi mereka tidak melapor karena kasus ini ditangani langsung perusahaan tersebut. Begitu juga dengan 50 calon jemaah dari PT Thoriq Haramain.

“Sebenarnya masih ada korban lain hanya belum melapor. Tak perlu saya sebutkan nama perusahaannya. Kerugiannya lebih besar yaitu sekitar 1,8 miliar,” timpal Andi Rian.

Adapun modus penipuan yang dilakukan tersangka dengan menyediakan perjalanan tiket penerbangan rute Medan-Colombo-Jeddah. PT Green Shaavire Holidays menawarkan jasa perjalanan seperti rute itu melalui perusahaan-perusahaan yang menjadi langganan. Sayangnya, pada saat mau berangkat, rupanya tidak ada pesawatnya.

“Sehingga PT yang menjaminkan tadi, mereka sendiri yang mengupayakan untuk mencari penerbangan supaya calon jemaah bisa umroh,” imbuhnya.

Sementara tersangka tidak bertanggung jawab atas persoalan ini. Ia berdalih perusahaan mengalami kerugian, sehingga gagal memberangkatkan calon jemaah.  Atas perbuatannya, tersangka dikenai tindak pidana penipuan atau penggelapan serta undang-undang pencucian uang.

“Ancaman 5 tahun kalau tindak penipuan. Tetapi kalau untuk tindak pidana pencucian uang bisa lebih berat lagi,” pungkas Andi Rian.

OM-NAWAN

 

 

Berikan Komentar