OkeHukum

Kajatisu Langsung Turun Perintahkan Pembongkaran Canopi Milik Oknum Pegawai Kejaksaan DS

Medan – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr Amir Yanto SH MM MH, langsung turun ke lapangan untuk merespon keluhan masyarakat terkait pemberitaan yang sudah viral di media online menyebutkan salah seorang oknum pegawai Kejaksaan Negeri Deliserdang inisial HI membangun canopi di atas badan jalan dan mengakibatkan warga lainnya protes, Rabu (29/4/2020).

Kajati Sumut Amir Yanto memerintahkan pemilik rumah inisial HI untuk segera membongkar canopi yang menyalahi aturan. Dan hari itu juga, pemilik rumah langsung membongkar canopinya.

Dalam kesempatan itu, Kajati meminta kepada seluruh pegawai Kejaksaan, khususnya pegawai dilingkungan kerja wilayah hukum Kejatisu agar memberikan contoh perilaku yang baik ditengah masyarakat. Sesuai dengan amanat Jaksa Agung agar kita hidup dengan sederhana, jujur dan profesional dalam menjalankan tugas.

“Adanya pemberitaan seperti ini, saya selaku pimpinan langsung merespon dan turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti apakah pemberitaan itu benar atau tidak. Jika benar, kita langsung berikan tindakan,” kata Amir Yanto.

Lebih lanjut Kajati menyampaikan, bahwa Kejaksaaan dalam menjalankan tugasnya memegang teguh Tri Krama Adhyaksa, khususnya butir ketiga Wicaksana. Dimana, dalam konteks permasalahan ini insan Adhyaksa harus benar-benar Wicaksana yang artinya bijaksana dalam tutur kata dan tingkah laku khususnya dalam pengetrapan kekuasaan dan kewenangannya.

Setelah mendapat teguran dari Kajati Sumut, pemilik rumah HI juga menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala Lingkungan dan warga masyarakat yang tinggal di komplek Villa Setia Budi Flamboyan. HI juga langsung membongkar canopi yang menyalahi aturan.

Sebelumnya diberitakan warga bersama Kepala Lingkungan setelah mendatangi kantor kelurahan di Jalan Bunga Raya Medan, Selasa (28/4/2020), memprotes bangunan Perumahan Setia Budi Flamboyan Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan  Medan Tuntungan.

Warga yang mayoritas penghuni tetap perumahan  itu memprotes keras dengan berdirinya  bangunan  di atas Fasilitas Umum (Fasum) seperti saluran drainase air dan bangunan parkir mobil pribadi di atas badan  jalan ( Gang Kebakaran) akses kendaraan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar)  sehingga menyulitkan kendaraan berbadan lebar Dinas Pemadam Kebakaran (damkar) terhalang masuk ke perumahan mereka.

Sudarta Sitepu, salah seorang warga dan juga sebagai pengurus kerukunan perumahan Villa Setia Budi Flamboyan  mengatakan, awalnya mereka datang menemui pemilik bangunan, namun merespon tidak terima dengan imbauan larangan pengurus mendirikan bangunan tersebut.

Kemudian warga mendatangi  ke Kantor Lurah Tanjung Selamat karena tidak terima jalan yang sudah ada sebagai fasilitas perumahan menjadi akses warga dan kendaraan berbadan lebar seperti Damkar dan kendaraan perawatan lampu penerangan jalan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, mendadak berdiri bangunan yang dapat menggangu fasilitas umum tersebut.

“Kami protes, karena bangunan berdiri di atas drainase air dan badan jalan itu dipergunakan untuk pribadi dan akan menjadi contoh tidak baik bagi warga yang lain. Warga khawatir keberadaan bangunan tersebut akan menyebabkan banjir dan terhalangnya akses kendaraan berbadan lebar Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar)  tidak lagi dapat masuk jika bangunan itu tetap berdiri,” kata Sudarta Sitepu di depan Lurah, pihak kepolisian dan Kepala Lingkingan setempat.

Mereka pun meminta agar pihak kelurahan dan kecamatan menghentikan atau membongkar bangunan itu.

“Pemerintah harus tegas. Jika tidak ada izin, bangunan harus dibongkar. Apalagi bangunan memakai badan jalan dan berdiri  di atas saluran drainase air,” sebut warga lainnya.

Menurut warga, bangunan itu adalah milik seorang oknum  jaksa yang masih aktif.

“Punya aparat hukum itu lah bang , yang orangnya tidak bisa diajak komunikasi seperti blok R, T, U dan S ,” beber beberapa warga serentak.

Sementara itu, Lurah Tanjung Selamat Ubudiah  didampingi Kepolisian Husin dan Ketua LPM Nijar Tarigan Kepala Lingkungan Saleh Ginting mengatakan, pihaknya langsung datang kelokasi pembangunan untuk  melakukan mediasi terkait keberatan warga dengan pemilik bangunan di atas saluran drainase air dan penutup parkir mobil pribadi  di Perumahan Setia Budi Flamboyan Medan itu.

Namun setelah ditelusuri, bangunan itu ternyata ada pemiliknya dan berdiri di depan rumah serta menempelkan di dinding rumah warga.

Hanya tinggal persoalan pemilik bangunan apakah meneruskan atau membongkar bangunan, sehingga tidak menjadi penyebab banjir dan akses masuk kendaraan berbadan leber Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan kendaraan perawatan lampu penerangan jalan Dinas Kebersihan dan Pertamanan ke pemukiman warga apabila jika terjadi kebakaran.

Jika bangunan itu tidak dibongkar, warga akan melanjutkan protes dengan menyurati ke Plt Wali Kota Medan, Kapoldasu, Kejatisu dan Kapolrestabes.

“Jika tidak ditindak lanjuti, maka kami  atas nama warga pemukiman tetap Perumahan Villa Setia Budi Flamboyan akan lanjut melakukan keberatan ke aparatur hukum karena kami sebagai anak bangsa punya hak juga dilindungi di mata pemerintah dan kemana lagi kami melapor,” ujar Sudarta Sitepu bersama warga lainya yang juga loyalis Presiden Jokowi.

(zan/red) 

Berikan Komentar

Tags

Baca Juga

Back to top button
Close