OkeHukum

DPO Pengendali Sabu Jaringan Internasional Dibekuk

Batubara | okemedan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batubara bekerjasama dengan Polres Batubara berhasil meringkus seorang DPO kasus narkoba yang bertindak sebagai pengendali jaringan internasional.

Selain itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batubara juga sukses meringkus seorang bandar (BD) lokal narkotika jenis sabu yang selama ini sangat meresahkan masyarakat.

Kepala BNN Kabupaten Batubara AKBP Zainuddin didampingi oleh Kasi Betantas Kompol Hendra mengungkapkan keberhasilan tersebut pada press releasenya di kantor BNNK Batubara, Kamis (24/9/2020).

Dikatakan AKBP Zainuddin, BNNK Batubara memberi informasi ada DPO kasus narkoba BNN nasional yang akan melewati wilayah hukum Batubara. Mendapat informasi tersebut BNNK Batubara langsung berkoordinasi dengan Polres Batubara.

“Kita minta bantuan Polres untuk menghadang dan menangkap tersangka yang dipersangkakan sebagai pengendali peredaran sabu internasional”, terang AKBP Zainuddin.

Saat ditangkap di rel kereta api Lima Puluh, Selasa (22/9/2020) sekitar pukul 13.00 WIB, tersangka yang mengendarai mobil CRV tersrbut tidak melakukan perlawanan.

Tersangka menurut informasi di lapangan berinisial KL (45) warga Aceh, tidak membawa barang bukti saat diringkus selanjutnya menjadi urusan BNN nasional.

Sebelumnya atas informasi dari masyarakat, BNNK Batubara berhasil meringkus bandar (BD) sabu YP (20) warga Dusun III Ladang Baru Desa Pasar Lapan Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara.

Tersangka yang ditenggarai memfokuskan penjualan sabu kepada anak-anak dan remaja berhasil diringkus di Jalan Lintas Lorong IV Desa Sipare-pare Kecamatan Air Putih, saat sedang mengantar sabu dengan menggunakan motor roda dua”, Rabu (16/9/2020) siang.

Dari tersangka berhasil ditemukan barang bukti 10 paket kecil Narkotika jenis sabu yang dikemas dengan plastic klip transparan seberat netto 1,04 Gram, 1 bungkus plastik klip kosong sebanyaj 53 lembar, 1 kotak kecil, 2 Pipet Kecil bentuk Skop, 1 Unit HP dan 1 Unit Sepeda Motor Merek Yamaha F1ZR Tanpa plat nomor.

Dalam pemeriksaan tersangka mengaku membeli sabu tersebut dari Bandar berinisial M (DPO) yang merupakan warga daerah Simalungun. Tersangka kenudian menjual dengan paket kecil dengan harga Rp.100.000,- per paket.

Tersangka mengaku baru 2 bulan menggeluti bisnis menjual sabu. Minimal kepada 3 orang setiap harinya dan keuntungan yang diperoleh dari mengedar atau menjual sabu sebanyak Rp. 300.000,- per gram.

AKBP Zainuddin menyebutkan, pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka bandar (BD) sabu Yudha Pratama adalah Pasal 114 Ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman Penjara selama minimal 4 Tahun atau maksimal 20 tahun.

Kepala BNNK Batubara AKBP Zainuddin pada kesempatan itu menyampaikan imbauan agar seluruh elemen masyarakat bersinergi memerangi Narkoba.

OM-vah

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button