OkeHukum

Dit Reskrimum Poldasu akan Buat Aplikasi Percepat Proses Penyelidikan

Medan – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumut membuat terobosan baru, yakni akan membuat aplikasi yang memantau penyelidikan kasus yang dilaporkan masyarakat.

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pihaknya tengah membuat aplikasi untuk memantau penyelidikan kasus yang ditangani penyidiknya.

“Jadi, dalam setiap kasus, para penyidik diberi waktu 28 hari untuk menyelesaikannyat,” terang Irwan Anwar, Rabu (10/6/2020).

Dijelaskannya, aplikasi ini dibuat berdasarkan ide dari Kasubdit II/Harda Tahbang Dit Reskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak yang menyatakan, dalam setiap penyelidikan kasus tidak ada pengawasan hingga membuat penanganannya sampai bertahun dan tidak juga selesai.

“Kita mau meminimalisir kasus yang sudah tahunan belum selesai. Buktinya, masih saja ada kasus yang belum diselesaikan tahun lalu atau dua tahun lalu,” ujarnya.

Kata dia, aplikasi ini nantinya akan memberikan batas waktu kepada para penyidik untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan atau dihentikan.

“Dari 28 hari yang diberikan, penyidik dapat kesempatan dua tahapan melaksanakan proses penyelidikan. Di 14 hari pertama, penyidik melakukan proses penyelidikan dan hasilnya dituangkan dalam laporan hasil penyelidikan dan melaksanakan gelar perkara bersama kasubdit, kanit dan penyidik. Namun dihari ke-12 alarm pada aplikasi akan berbunyi di handphone para Kasubdit untuk mengingatkan ke penyidik proses penyelidikan tahap pertama sudah akan berakhir waktunya,” terangnya.

Apabila dalam 14 hari pertama kasus juga belum ada titik terang, penyidik bisa meminta perpanjangan waktu di 14 hari kedua.

“Tapi, di 14 hari pertama, para penyidik harus melakukan gelar perkara, apakah kasus ini bisa masuk ke tahap penyidikan atau dihentikan atau minta penambahan waktu 14 hari kedua,” ujarnya.

Apabila memang sudah mencapai 28 hari atau para penyidik sudah memakai kesempatan tahap pertama dan kedua, dihari ke-28, maka penyidik harus melakukan gelar perkara bersama Wasidik.

“Itu untuk memastikan apakah kasus tersebut dapat ditingkatkan ke proses penyidikan atau dilimpahkan ke instansi lain atau dihentikan penyelidikannya,” ujarnya.

Dia mengaku, Ditkrimum Polda sudah terbitkan SOP lamanya proses penyelidikan yang akan digunakan oleh penyidik sebagai dasar dalam bekerja melakukan penyelidikan.

“Juga sebagai motivasi kepada para penyidik untuk mempercepat proses penyelidikan sehingga proses penyelidikan tidak berlarut dan bisa segera memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ungkapnya.

Aplikasi ini bertujuan untuk sarana kontrol kasus yang sedang dijalankan para penyidik dan aplikasi ini juga bertujuan untuk mempercepat proses penyelidikan ke tahap penyidikan.

(diaz)

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button