OkeHukum

Aliansi Mahasiswa Masyarakat Karo – Kota Medan Minta Kapoldasu Tangkap Pelaku Isu SARA di Pakpak Bharat

MEDAN I okemedan. Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin diminta untuk segera menangkap pelaku penyebaran isu suku, ras, agama dan antar golongan (SARA) di media sosial (medsos).

Permintaan itu disampaikan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Karo – Kota Medan dan masyarakat Pakpak Bharat saat melakukan aksi damai di Markas Besar Kepolisian Sumatra Utara (Mapoldasu).

“Kami berharap, agar pelaku penyebar isu SARA di Pakapak Bharat segera ditangkap. Karena kami tidak ingin ada perpecahan di Pakpak Bharat,” teriak salah satu pendemo saat berorasi dengan pengeras suara, Rabu (7/10/2020).

Selain itu, massa aksi juga mengungkapkan, sesama warga Pakpak Bharat ingin hidup damai tanpa ada pertengkaran.

Mereka menyebut, warga negara Indonesia itu adalah sama, satu budaya, satu bangsa yang diikat dengan kebinekatunggal ika.

“Jangan biarkan mereka (pengadu-domba) berkeliaran di negara ini. Jangan biarkan mereka merajalela. Tangkap, hukum sesuai UU berlaku,” cetusnya.

“Hidup masyarakat Karo! Hidup Masyarakat Papak Bharat!!,” teriak massa sambil perlihatkkan spanduk putih bertuliskan tuntutan agar pelaku penyebar isu SARA di Pakpak Bharat ditangkap.

Menanggapi itu, pihak Bidang Humas Polda Sumut, Kompol RE Samosir yang menerima kedatangan massa aksi langsung mendengarkan aspirasi mereka.

Dia berjanji akan melaporkan aspirasi tersebut kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin.

Diberitakan sebelumnya, menjelang pemilihan kepala daerah (pemilukada) Kabupaten Pakpak Bharat, isu suku, agama, ras (SARA) mulai ‘dimainkan’ oknum tim sukses calon kepala daerah tertentu.

Kali ini, beredar video penolakan dan ancaman terhadap ‘suku Karo’ agar tidak menggunakan hak pilihnya kepada salah satu calon kepala daerah bermarga Tumanggor (Franc Bernard Tumanggor), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut).

Kasus ini sudah sampai ke tangan Polda Sumut atas dasar dua laporan masyarakat Pakapk Bharat bermarga Tariga.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana ketika dikonfirmasi mengaku telah menangani kasus tersebut.

“Sudah ditangani, saksi sudah diperiksa dan saksi ahli juga sudah diperiksa,” tandasnya.

Terpisah, Girsang Tarigan (44), warga Traju Sieempat, Rube, korban intimidasi oknum timses kepala daerah Pakpak Bharat juga telah membuat laporan ke Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Sumut.

Dia melaporkan tim sukses (timses) calon kepala daerah Pakpak Bharat yang belakangan diketahui bernama, Mak Lolo, dengan undang-undang Informasi & Transasi Elektronik (ITE).

“Dia (terlapor, red) sudah mengusir saya dengan memakai unsur isu SARA (Suku, Ras dan Agama). Jadi saya berhak untuk melaporkan dia, karena saya dan masyarakat Suku Karo sangat sakit hati dengan pernyataan tersebut, apalagi pernyataa  itu disebar di media sosial dan dilihat khalayak ramai,” kata Girsang Tarigan saat ditemui di depan gedung SPKT Polda Sumut, Sabtu (3/10).

Girsang mengaku, membuat laporan kasus itu berdasarkan perintah hati nuraninya sendiri, bukan karena ada kepentingan lain apalagi ditunggangi.

“Ini murni keinginan kita sendiri, karena ini bukan lagi menyangkut harga diri sendiri, melainkan harga diri masyarakar Suku Karo,” sebutnya.

Untuk itu, dia berharap agar laporannya segera ditindak lanjuti Polda Sumut dan pelakunya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan ketika ditanya wartawan mengaku setiap laporan masyarakat tentu akan ditindak lanjuti.

OM-bandi

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button