OkeGlobal

Masjid Masjid di Arab Saudi Dibuka Lagi, Kecuali Mekkah

Riyadh – Kerajaan Arab Saudi secara resmi membuka kembali masjid-masjid pada hari Minggu ini (31/5) bagi umat Islam menunaikan sholat berjamaah.

Para jamaah mengenakan masker berbondong-bondong ke masjid-masjid Saudi yang dibuka kembali secara nasional  hari ini- kecuali di kota suci Mekah – setelah lebih dari dua bulan  sholat berjamaah dihentikan dan penerapan lockdown yang dipicu oleh virus corona.

Para jamaah telah diperintahkan untuk membawa sajadah mereka sendiri dan untuk mengambil air wudhu, di rumah, bukan di halaman masjid serta wajib menjaga jarak.

“Para jamaah bergegas ke rumah Allah untuk melakukan kewajiban mereka setelah pembukaan kembali masjid,” kata kementerian urusan Islam di Twitter.

Pihak berwenang telah menginstruksikan masjid untuk menghindari keramaian dan distribusi makanan, minuman, ranting dupa dan miswak yang digunakan untuk membersihkan gigi, demikian menurut kementerian. Tetapi beberapa jamaah mengeluh bahwa diantara jamaah tidak sepenuhnya mematuhi aturan.

“Saya berdoa, memuji Allah, di lingkungan masjid … dan itu adalah perasaan yang indah,” kata seorang pengguna Twitter. “Tapi aku bersumpah pada Tuhan bahwa beberapa orang tidak peduli tentang apa pun. Tanpa masker wajah. Tanpa sajadah.”

Arab Saudi, pusat tempat suci Islam, telah menutup masjid-masjid secara nasional selama lebih dari dua bulan untuk membatasi penyebaran penyakit pernapasan COVID-19.

Kerajaan, yang telah melaporkan jumlah kasus virus corona terbanyak di Teluk, sebelumnya menetapkan jam malam nasional yang diberlakukan selama Idul Fitri, hari libur Muslim yang menandai akhir bulan puasa Ramadhan. Lalu lintas udara domestik juga dilanjutkan pada hari Minggu, dimana media pemerintah mengatakan dijadwalkan sekitar 100 penerbangan beroperasi kembali.

Kementerian Dalam Negeri bermaksud melonggarkan pembatasan secara bertahap, dengan jam malam dicabut secara nasional – kecuali di Mekah – antara pukul 06.00 dan 20.00 waktu setempat hingga 20 Juni.

Kerajaan Arab Saudi akan mencabut status lockdown seluruhnya pada tanggal 21 Juni, kecuali Mekkah. Di Mekkah, sebuah hotspot virus, jam malam akan dicabut antara pukul 06.00 dan 15.00 hingga 20 Juni, dan setelah itu jam malam akan dipersingkat lima jam lagi.

Adapun mengenai pelaksanaan ibadah haji pada akhir Juli nanti, belum ada kepastian apakah akan dilaksanakan.

Arab Saudi telah melaporkan lebih dari 85.000 infeksi coronavirus dan 503 kematian akibat COVID-19.

 

Sumber: CNA

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button