OkeGlobal

Kisah Miris Jutawan Jatuh Miskin dan Jadi Tukang Sampah

Jakarta | okemedan  Hidup Michael Carroll pernah bergelimang harta saat dia menang lotere senilai £9,736,131 atau sekitar Rp 174 miliar pada 2002. Namun glamorama dan kemewahan yang dinikmatinya tak berlangsung selamanya.

Sempat jadi jutawan selama 10 tahun kini Michael harus memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bekerja menjadi pengangkut batu bara. Kesalahan di masa lalu yang mengantarkan pria 38 tahun ini ke kehidupan kerasnya yang sekarang.

November 2002, Michael Carroll yang saat itu masih berusia 19 tahun membeli sebuah tiket lotere seharga £1. Tak disangka, keberuntungan berpihak padanya. Tiketnya menang pengundian lotere dan dia jadi jutawan dalam semalam.

Sebagian hadiah diberikan kepada keluarga dan teman-temannya, termasuk bibi dan paman yang telah membesarkannya setelah kematian sang ayah, saat usianya masih 10 tahun. Sisanya, dia gunakan untuk membeli mansion di Swafham, Norfolk, dua rumah dan mobil balap.

Dia juga menghabiskan uang hasil kemenangannya untuk foya-foya dan liburan mewah. Pesta tiap malam, minum-minum dan konsumsi obat-obatan. Michael pun mengklaim telah meniduri 4.000 wanita.

Kebiasaannya pesta, mabuk-mabukan dan main perempuan membuat rumah tangganya berantakan. Istrinya kala itu, Sandra Aitken, ditinggalkannya setelah dia menuduhnya tidur dengan PSK. Kala itu Sandra sudah hamil tujuh bulan.

Ditinggal istri tak membuat Michael kapok. Seperti dilansir Daily Mail, dia terus saja membuat masalah dengan kebut-kebutan dan minum alkohol. Bahkan Michael pernah dipenjara selama lima bulan karena meneror tetangga dan kepemilikan kokain.

Pada 2005, pengurus keuangan Michael telah memperingatkannya kalau hartanya sudah semakn tiris. Tapi itu tak menghentikannya untuk foya-foya dan membuat masalah. Lalu di 2006 Michael kembali masuk bui, dipenjara selama sembilan bulan karena ribut di tempat umum. Ia mengklaim sudah keluar-masuk penjara 30 kali.

Hingga pada Februari 2013, Michel dinyatakan bangkrut hingga tidak punya rumah. Dia pun harus terlunta-lunta dan akhirya tinggal di hotel khusus tunawisma selama tiga bulan, sembari mencari pekerjaan yang sulit didapatkan, karena reputasi buruknya di masa lalu.

Michael sempat bekerja di pabrik biskuit sebelum mendapatkan lisensi untuk jadi tukang jagal hewan. Dia juga pernah menjadi tukang sampah, pekerjaan yang dulu ia jalani, sebelum memenangkan lotere. Kini Michael menjalani hidup sederhana sebagai pengangkut batu bara di Moray, Skotlandia.

Dia tinggal sendiri di sebuah flat sewaan dan bekerja tujuh hari seminggu. Michael menyatakan tidak pernah menyesal dengan kehidupan masa lalu yang dijalaninya sebagai pecandu alkohol, obat-obatan dan playboy, meskipun kini harus hidup pas-pasan.

“Sepuluh tahun terbaik dalam hidupku karena uang 1 pound sterling,” katanya kepada The Mirror.

“Aku tidak melihat ke belakang dengan penyesalan apapun itu yang pasti. Sebuah kesenangan selama 10 tahun seharga satu pound sterling, kamu tidak bisa salah dengan itu,” lanjutnya.

Michael pun tidak pernah berharap waktu bisa kembali. Sekarang dia ingin fokus menjalani kehidupan yang bebas dan lebih baik.
“Dan lebih bahagia karena aku mendapatkan hidupku kembali,” pungkasnya.

 

red/wolipop

Berikan Komentar

Back to top button