OkeGlobal

Dua Jurnalis TV Tertembak Saat Meliput Aksi Protes di AS

Minneapolis – Kekerasan terhadap wartawan yang sedang meliput peristiwa terjadi di saat unjuk rasa memprotes kematian George Floyd di Amerika Serikat. Dua orang jurnalis, anggota kru TV Kantor Berita Reuters terkena peluru karet dan terluka di Minneapolis, AS pada Sabtu malam waktu setempat (30 Mei) ketika polisi pindah ke daerah yang diduduki oleh sekitar 500 pengunjuk rasa di barat daya kota tak lama setelah jam 8 malam.

Rekaman yang diambil oleh juru kamera Julio-Cesar Chavez menunjukkan seorang petugas polisi membidik langsung padanya ketika polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

“Seorang perwira polisi yang sedang saya syuting berbalik mengarahkan senapan karetnya ke arah saya,” kata Chavez seperti dilaporkan Reuters.

Beberapa menit kemudian, Chavez dan penasihat keamanan Reuters Rodney Seward terkena peluru karet ketika mereka berlindung di sebuah pompa bensin terdekat.

Pada rekaman yang ditangkap saat mereka berlari untuk menyelamatkan diri, beberapa tembakan terdengar meletus dan Seward berteriak, “Saya terkena pukulan peluru karet di wajah”.

Dikonfirmasi tentang kejadian itu, juru bicara Departemen Kepolisian Minneapolis John Elder meminta salinan video dan tidak segera memberikan komentar.

Seward terlihat dalam rekaman kemudian dirawat oleh seorang tenaga medis di dekat tempat kejadian untuk luka dalam di bawah mata kirinya. Kedua pria itu menderita luka pada lengan mereka, dan Chavez dipukul di bagian belakang leher.

Wartawan Reuters jelas diidentifikasi sebagai anggota media berita. Chavez memegang kamera dan mengenakan kartu pers di lehernya. Seward mengenakan rompi anti peluru dengan label pers terpasang.

Insiden itu adalah serangan terbaru terhadap seorang jurnalis yang meliput protes yang meletus di seluruh Amerika Serikat setelah kematian George Floyd di Minneapolis oleh polisi setempat.

Seorang jurnalis CNN hitam ditangkap di depan kamera saat meliput protes di Minneapolis, Jumat.

Seorang reporter televisi Louisville, Kentucky, berteriak, “Saya tertembak” ketika dia terlihat langsung di depan kamera pada hari Jumat terkena apa yang tampak seperti bola lada. Departemen Kepolisian Metro Louisville meminta maaf atas kejadian itu.

Komite Reporter untuk Kebebasan Pers, menurut New York Times, telah menerima sekitar 10 laporan yang melibatkan wartawan selama protes baru-baru ini, mulai dari penyerangan hingga ancaman.

 

Sumber: CNA

 

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button