Pantang Menyerah dan Istiqamah Kembangkan Lembaga Keuangan Syariah

oleh -263 kali dibaca
Tokoh Penggerak Ekonomi Keummatan Sumatera Utara, Syuhi Fandy Chair. OkeMedan.com/ist

Selalu tersenyum tatkala orang bertemu dengannya.  Familiar dan  bersahabat tanpa memandang status sosial.  Sikap itulah membuat dia ramah dan  mudah akrab kepada siapa saja.

Dialah Syuhi Fandy Chair, tokoh Penggerak Ekonomi Keummatan Sumatera Utara. Fandy, begitu sapaan akrabnya, berkomitmen membangun pondasi ekonomi keummatan. Baginya, ummat harus sejahtera.

Tak ayal,  berkat komitmen dan kerja kerasnya, banyak lahir Baitul Mall Wattamwil (BMT) di Sumatera Utara.

Kepada okemedan.com saat dijumpai di ruang kerjanya belum lama ini,  Syuhi Fandy Choir mengatakan prinsip itulah membuatnya pantang menyerah dan selalu istiqamah menjalankan dan mengembangkan lembaga keuangan berbasis syariah.

Dia mengatakan,  perjalanannya merintis dan membangun ekonomi keummatan berawal pada tahun 2001.

Pada tahun itu,  Syuhi Fandy ikut dalam gerakan pengembangan BMT (koperasi syariah) di Sumatera Utara.

Amanah yang diembannya adalah sebagai Korwil Pendirian BMT EL Provinsi Sumatera Utara kerjasama antara Bank Muammalat  Indonesia dan PINBUK Indonesia.

Syuhi Fandy terus meniti karirnya sebagai pengurus ABSINDO dan Puskopsyah serta Perhimpunan BMT Indonesia.

Seiring waktu, banyak sudah BMT-BMT yang didirikannya hingga tahun 2003. Suka duka dirasakannya untuk menggapai niat yang mulia yakni membangun ekonomi keummatan.

Perkembangan zaman terus berubah ternyata tidak membuat BMT yang telah berdiri terus eksis.

Banyak BMT yang sudah lari dari pengawasan dan rel manajemen.  Kendati demikian, Syuhi Fandy Chair tidak tinggal diam dan menyarankan bahwa sesungguhnya BMT itu bukan milik sesorang, melainkan milik anggota yang hakikatnya dari anggota untuk anggota.

BMT bukan untuk memperkaya diri sendiri dan pengurus, melainkan mensejahterakan anggota dan calon anggota beserta masyarakat yang ada.

Demi ekonomi keummatan,  Syuhi Fandy Chair rela meninggalkan aktivitasnya di luar sebagai dosen dan aktivitas lainnya.

Semenjak awal Syuhi Fandy berniat mengembangkan Koperasi berbasis syariah yaitu BMT dan lahirlah BMT El Anugrah  Sejahteta sejak tahun 2005.

Tercatat, Syuhi Fandy Chair fokus dan istiqamah mengembangkan BMT tersebut sampai sekarang.

“Alhamdulilah BMT El Anugrah Sejahtera bisa berkembang dengan baik walaupun disana sini banyak sekali BMT berguguran akibat salah pengelolaan, ” jelasnya.

Menurut Syuhi Fandy banyak BMT kena imbas tutup dengan sendirinya akibat salah pengelolaan. Hanya saja BMT yang masih bertahan karena menerapkan prinsip harus dekat sama anggota dan masyarakat sehingga kekhawatiran masyarakat tidak terjadi.

Syuhi Fandy berharap agar kedepan tidak ada lagi lembaga atau koperasi yang membawa nama Syariah, namun kinerjanya hanya menceredai hati ummat Islam.*om/zan

Berikan Komentar