Jaringan Kuat Penggerak Ekonomi Rakyat

oleh -407 kali dibaca
Telkomsel perkuat jaringan hingga pelosok negeri dengan membangun BTS. okemedan/ist

OkeMedan-Medan. Malik (26) tak lagi bingung memasarkan mainan anak-anak berupa mobil-mobilan yang terbuat dari kayu. Tak seperti dahulu yang harus memaksa dirinya menjajakan buah karyanya ke pasar atau ke rumah-rumah warga. Mainan mobil-mobilan tersebut kini terpasang di media sosial. Semangatnya terpacu ketika hasil kerajinan tangannya tersebut bisa dilihat oleh ribuan orang, bahkan jutaan di seluruh pelosok negeri. Bahkan terpromosikan hingga ke mancanegara.

Soal dibeli atau tidak, bukan menjadi persoalan. Baginya karya anak bangsa yang tinggal di desa Pastap Julu, desa yang kecil yang berada di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal itu bisa dikenal banyak orang. Apalagi saat ini desanya sedang galak mengembangkan kawasan Eko Wisata, yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Malik, satu dari jutaan orang Indonesia yang berdomisi di pelosok memiliki semangat tinggi untuk berkarya. Sangat disayangkan jika semangatnya tersebut tidak didukung oleh kemudahan terutama jaringan hingga pelosok sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Membuka isolasi layanan komunikasi merupakan hal yang mutlak bila ingin bangsa ini maju. Ini pula yang dilakoni Telkomsel. Konsistensinya membangun jaringan hingga pelosok sebagai penggerak ekonomi kerakyatan merupakan prioritas utama dan komitmen yang tak diragukan.  Bahkan khusus untuk kabupaten di Sumatera, layanan Telkomsel 4G LTE telah dijangkau sehingga pelanggan yang berada di pelosok bisa memiliki pengalaman mobile digital lifestyle yang setara dengan masyarakat perkotaan. Disini tidak ada lagi perbedaan masyarakat pedesaan dan perkotaan untuk menikmati mobile digital lifestyle serta informasi lainnya. Semua mudah dan terjangkau.

Dalam kurun waktu tiga tahun, Telkomsel telah membangun 551 base transceiver station (BTS) di wilayah-wilayah perdesaan yang sebelumnya tidak memperoleh layanan komunikasi. Telkomsel mengoperasikan 17 BTS lainnya, sehingga secara total Telkomsel menggelar 568 BTS di 568 desa tanpa sinyal di Tanah Air.

Seluruh BTS di wilayah terisolir tersebut tersebar di 14 provinsi, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Dari 568 BTS tersebut, 47 di antaranya merupakan BTS 4G yang memungkinkan masyarakat memanfaatkan layanan data yang berkualitas untuk meningkatkan produktivitas.

Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan belum lama ini mengatakan kehadiran BTS di wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak memperoleh akses telekomunikasi ini semakin mempertegas komitmen Telkomsel dalam membangun dan memajukan seluruh negeri, tidak hanya di kota dan daerah yang menguntungkan secara bisnis.

“Kami terus berupaya menyediakan layanan komunikasi berkualitas yang merata di seluruh Indonesia untuk mendorong pertumbuhan masyarakat dalam segala aspek kehidupan,” jelasnya.

Kehadiran layanan berkecepatan akses data tinggi dimanfaatkan secara positif untuk meningkatkan produktivitas. Masyarakat semakin cepat dan mudah dalam bertukar informasi dalam bentuk teks maupun foto maupun video. Hadirnya BTS 4G Telkomsel terbukti nyata mentransformasi kehidupan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil.

Tidak hanya menghadirkan konektivitas layanan komunikasi, namun juga menyediakan solusi produk dan layanan digital yang turut mendukung produktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian daerah pelosok.

Telekomunikasi selular telah menjadi kebutuhan. Ada anggapan siapa yang hendak sukses dalam bidang apapun termasuk berbisnis, maka manfaatkan telekomunikasi.

Dengan menjangkau setiap jengkal wilayah Indonesia berarti memperkokoh persatuan dan kesatuan serta memerdekakan masyarakat dari keterisolasian komunikasi.

Infrastruktur broadband melahirkan inovasi produk dan layanan digital yang semakin beragam, memperluas saluran distribusi produk dan layanan secara online, mengembangkan solusi bisnis terpadu untuk kebutuhan instansi pemerintah, korporat, serta usaha kecil dan menengah (UKM) bukan lagi sebuah transformasi. Masyarakat Indonesia bangga jika karyanya bisa dikenal siapa saja sampai batas yang tak terhingga. Memerdekakan dari keterisoliran suatu perjuangan yang patut diapresiasikan sebagai anak bangsa.  Teruslah berinovasi dengan jaringan yang kuat (handal) untuk membangkitkan perekonomian masyarakat sehingga tumbuh dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang hebat. OM ZAN

 

 

Berikan Komentar