Gubsu: Beras Berbau Jangan jadi Polemik

oleh -122 kali dibaca
Gubsu saat meninjau stok beras. OkeMedan.com/ist

OkeMedan.com – Medan. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengungkapkan, pihaknya melakukan evaluasi perihal beras yang berbau. Mantan Pangkostrad ini berharap persoalan itu tidak menjadi polemik.

“Sedang kita evaluasi bersama Pak Dirjen. Tolong jangan dijadikan polemik. Nanti rakyat semakin tidak mau beli beras kan repot lagi kita. Kita mencari yang terbaik,” jelasnya, Rabu (4/12/2019).

“Saya tak mau rakyat saya sakit, kecewa. Tapi saya tidak bisa semena-mena menghardik, memutuskan karena harus intelelktual, ilmiah. Harus dari laboratorium,” tambahnya.

Beras itu ditemukan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat mendampingi Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag RI, Veri Anggriono

Saat ini kata Edy, ketersediaan beras di Sumut memadai. Stok beras menjelang akhir tahun sudah dipikirkan oleh pemerintah. “Tadi disampaikan (stok beras) defisit tidak (defisit). Masih segini banyak,” ungkapnya.

Saat ini stok beras di Gudang Bulog terdapat 53 ribu ton. Sedangkan kebutuhan beras hingga saat Natal hanya 21 ribu ton.

Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag RI Veri Anggriono menambahkan, kehadirannya ke Sumut untuk memastikan kondisi di lapangan. Hasil temuan akan dikoordinasikan ke Bulog baik di pusat maupun di daerah.

“Seperti yang tadi disampaikan akan ditindaklanjuti. Kita lihat dengan kita uji di lab apakah masih bisa dikonsumsi,” ujarnya menganggapi temuan beras berbau apek.

Namun saat itu bersikeras agar ditarik dari peredaran. “Bau ini. Tarik saja yang berbau,” kata Edy setelah mencium beras yang diambilnya di salah satu kios penjual beras.

Pemilik kios bernama Acun mengaku beras tersebut dibelinya sepekan lalu. Ia juga mengatakan, hanya beras dalam karung besar saja yang berbau.

Beras itu, kata Acun berasal dari India. Karena beras tersebut bau dia berniat akan menukarnya. “Belinya dua goni besar dan sepuluh goni ukuran 5 kg dan 10 kg. Berasnya kita jual Rp 9500/kg,” kata Acun.

Setelah dari Pusat Pasar, rombongan menuju Gudang Bulog di Jalan Mustafa, di Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur. Di gudang tersebut, Edy juga menemukan beras yang berbau, yakni beras dari Thailand dan India.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut Arwakhudin Widiarso mengatakan, soal temuan beras berbau pihaknya akan melakukan evaluasi. Menurutnya ada persoalan umur simpan.

“Tapi yang jelas beras yang ada tadi secara visual masih cukup bagus karena saat dibeli dalam kondisi bagus. cuma di persoalan umur simpan,” katanya.

Beras tersebut disimpan sejak akhir 2018. Sementara beras premium yang tidak berbau, baru berumur 2 – 3 bulan. ” Yang mulai bau, itu sebagian ya, itu akhir 2018. Biasanya akan dilakukan uji laboratorium. Yang akhir 2018 itu sekitar 20 ribu ton,” tandas Arwakhudin. *om/ril/zan

Berikan Komentar