Gema Ayu Pratiwi Eksis dengan Rancangan Busana Muslim

oleh -2.180 kali dibaca
Gema Ayu Pratiwi

OkeMedan-Medan

Hobi yang menghasilkan. Itulah yang kini dilakoni pengusaha dan perancang busana muda, Gema Ayu, 27 tahun.

Berangkat dari hobi membuat disain pakaian, gadis imut yang cantik ini akhirnya menjadikan hobinya sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Anak pertama dari 4 bersaudara pasangan Supriadi-Yuswenti ini di usia belianya sudah terjun menjadi desainer modest wear dan memiliki butik konsep rumahan yang diberi nama Gema Boutique di Jalan Mangan Pasar 2 Mabar Gang Inpres Medan.

Koleksi busana rancangannya kebanyakan adalah hijab style berupa busana muslim dewasa di samping juga  dan pakaian anak-anak.

“Kebanyakan ready to wear yang syar`i tapi custom juga dilayani dan harganya tergantung waktu pengerjaan dan kerumitannya. Untuk custom bebas, tapi tetap bergaya busana muslim,” terangnya.

Gema yang lahir pada 25 November 1991 mengaku mengawali usahanya sejak masih sekolah di SMK Negeri 8 Medan. “Jadi dulu itu udah nerima jahitan, ya coba coba mulai usaha sambil sekolah,” kenangnya.

Tamat sekolah, passionnya di bidang fashion makin berkembang setelah ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Medan (Unimed) tahun 2010 dan mengambil jurusan Tata Busana.

Berawal pesanan pakaian orang orang dekat dulu, akhirnya terus berkembang ke pelanggan umum. Buka hanya di Medan melainkan juga ke provinsi lain di Sumatera, maupun di Pulau Jawa. Ia juga melayani pemesanan melalui online dan sosmed. Instagramnya @reitamma_gema “Dari dulu cita-cita saya memang menjadi Fashion Designer,” ungkap Gema.

Kreativitas dan kerja keras gadis mungil ini semakin berkembang setelah ia bergabung di Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Sumatera Utara. Bersama 8 perancang lain, Gema mendapat kesempatan memamerkan gaun rancangannya dalam acara bergengsi Indonesia Fashion Week (IFW)2019 pada 31 Maret 2019 lalu di Jakarta Convention Center. “Kayak mimpi aja,” katanya menanggapi kesempatan tampil di IFW 2019.

Selama ini ia hanya berkeinginan suatu saat bisa duduk menonton even tersebut, namun takdir ternyata membawanya naik ke catwalk dan koleksinya ditonton oleh orang lain,  para undangan diantaranya para disainer disainer sohor di tingkat nasional pun internasional. Koleksinya diberi tema “Miletnica”, akronim Milenial Etnic dengan konsep ready to wear dan didesain wearable sehingga dapat digunakan di berbagai kesempatan, casual oke, formal juga bisa.

Di even IFW 2019 yang baru pertama kali diikutinya itu, Gema membawakan koleksi ready to wear dan modest wear Tenun Melayu Batubara dan didukung oleh Dekranasda Sumut serta OPD terkait.

Gema mengatakan ia termotivasi ikut dalam IFW 2019 itu karena bersua dengan kawan kawan desainer dari daerah lain dan juga dengan para pesohor di industri fashion dan desainer Indonesia. “Jadi ingin menciptakan karya karya yang lebih baik lagi,” imbuhnya.

Menyambut Ramadhan dan Idul Fitri ini, Gema pun sudah menyiapkan koleksi koleksi baru untuk dikenakan pada Hari Raya. “Silahkan follow  IG @reitamma_gema ,” pesannya.

OM-Putra

 

Berikan Komentar