Duh, Ini Penyebab Tamu Hotel di Sumut Turun

oleh
Kamar hotel berbintang. OkeMedan/putra

OkeMedan- Medan

Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara Denny S Wardhana mengeluh di sela rehat acara rapat persiapan Medan Great Sale, di Garuda Plaza Hotel, Jumat (1/2). Denny mengakui tingkat hunian hotel yang tergabung dalam organisasi yang dibawahinya di Sumut  saat ini semakin menurun.

“Sudahlah kegiatan acara belum mulai karena baru awal tahun ditambah tiket maskapai mahal makin membuat industri hotel drop,” katanya.

PHRI Sumut pun berharap kebijakan harga tiket dan bagasi segera dievaluasi.

Denny  menjelaskan, saat ini tingkat hunian rata rata hotel di Sumut 50 persen dari seluruh kamar yang ada, bahkan ada yang hanya 30 bahkan 20 persen.

Menurut Denny, kebijakan harga tiket yang mahal dan juga bagasi maskapai penerbangan berbayar dinilainya tidak sejalan dengan program pariwisata pemerintah yang menjadikan pariwisata sebagai program unggulan bahkan Danau Toba sebagai satu dari 10 Bali baru.

Kadis Pariwisata Medan Agus Suryono mengakui bahwa kenaikan harga tiket mempengaruhi pergerakan wisatawan Nusantara sebagaimana pernah dinyatakan Menteri Arief Yahya beberapa waktu lalu. Apalagi ini dobel dengan bagasi berbayar.

“Kebijakan maskapai ini berlaku secara nasional. Jadi masalahnya sama ini (dengan kota lain), bahkan kalau di kota kota lain ada eksyen juga dari pelaku industri pariwisata, memang kita tetap memperoleh dampak, kunjungan wisatawan pasti menurun,” akunya di tempat yang sama.

Untuk tetap bisa menarik kunjungan wisatawan ke Kota Medan, Agus menyatakan pihaknya bersama industri pariwisata di Medan cenderung nyikapinya dengan membuat program yang bisa menarik kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah “Medan Great Sale” yang akan digelar dalam waktu dekat untuk menyambut HUT Kota Medan dan akan berlangsung selama 14 hari.

OM-ZAN

Berikan Komentar