OkeBiz

70.670 Desa/Kelurahan Terjangkau Jaringan 4G

* Aplikasi Mampu Cegah Penyebaran Corona

Medan | okemedan. Direktur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Ahmad M Ramli mengatakan, pentingnya edukasi pada masyarakat tentang penggunaan aplikasi dalam berbagai kegiatan untuk memutus mata rantai Covid-19. Dari data total Desa/Kelurahan yang sudah terjangkau jaringan 4G di Indonesia sebanyak 70.670 desa/kelurahan. Sedangkan yang belum terjangkau 4G sebanyak 12.548 desa/kelurahan.

“Dari jumlah jaringan yang sudah merata di Indonesia, bagaimana kita menggunakan jaringan internet untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu sendiri,” katanya pada acara webinar dengan tema “Peran Industri Internet dalam Memutus Rantai Penularan Covid-19 dan mendukung Kebiasaan Baru di Sumut”, Selasa 914/7/2020).

Ahmad mengatakan, pemanfaatan internet di Danau Toba yang merupakan sektor prioritas pertumbuhaan ekonomi di Sumut yang sudah didukung 100% jaringan 4G diharapkan mampu mengembangkan marketplace untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi UMKM di Sumut.

“Dengan demikian perkembangan ini terus kita prioritaskan, dengan harapan dapat terus membantu pertumbuhan ekonomi dengan berdampingan dengan Covid-19,” katanya.

Sementara narasumber dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Ikhsan Baidrus dalam materi paparanya menyampaikan dari data Google’s Community Mobility Report menunjukan adanya penurunan mobilitas masyarakat Indonesia di sekitar tempat kerja, pusat perbelanjaan serta pusat rekreasi.

“Sebaliknya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat di sekitar wilayah pemukiman,” katanya.

Dijelaskan Ikhsan banyak platform ekonomi yang memanfaatkan smartphone, perangkat lunak dan application programming interface (API) untuk menciptakan pasar digital dengan berbagai macam layanan dan produk yang akan berdampak pada peningkatan kebutuhan bandwidth yang signifikan.

“Penggunaan bandwidth untuk smartphone meningkat 435% dari tahun 2015 sebesar 1.969 MB/bulan menjadi 10.542 MB/bulan pada tahun 2020. Ini tentunya akan menyebabkan peningkatan trafik IP,” katanya.

Perwakilan Telkom Subdit Jasa Telkom Komang B Aryasa juga memperkenalkan aplikasi yang bermanfaat untuk pencegahan dini Covid-19 bagi masyarakat dan pemerintah. Aplikasi tersebut bernama PeduliLindungi yang sudah dapat diunggah di playstore.

Aplikasi PeduliLindungi yang dikembangkan oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat ini sudah didownload 4,1 juta kali, jumlah ini belum 5% dari total penduduk Indonesia.

Komang menyampaikan beberapa manfaat dari aplikasi tersebut yakni untuk masyarakat aplikasi tersebut memberikan informasi bila pernah berdekatan dengan suspect Covid-19 dalam 14 hari terakhir dan lokasinya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina mendukung dan siap berkolaborasi dengan semua pihak dalam upaya mewujudkan ekosistem digital yang lebih baik di masa yang akan datang. Apalagi, pandemi Covid-19 menghasilkan fenomena low touch economy atau aktivitas ekonomi yang meminimalkan sentuhan fisik, telah mendorong untuk mengadopsi teknologi digital.

“Kondisi ini telah menciptakan momentum percepatan transformasi teknologi, khususnya digitalisasi proses bisnis di berbagai aktivitas sosial dan ekonomi. Bahkan diyakini hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan baru bagi kita di masa yang akan datang. Untuk itu, tentu infrastruktur teknologi informasi menjadi pendukung yang utama,” ucap Sabrina di Ruang Sumut Smart Province (SSP), Lantai 6, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.

ist

Dalam mewujudkan ekosistem digital yang baik, Pemprov Sumut meminta untuk saling bekerja sama saling bahu-membahu meningkatkan kapabilitas yang telah dimiliki, terutama pada daerah-daerah blankspot di Sumut.

“Kami mengharapkan pengembangan sektor digital tidak hanya menyasar pada industri menengah ke atas. Namun penetrasi yang dilakukan harus menjangkau seluruh usaha riil dan UMKM yang telah mampu menjadi penyelamat ekonomi di saat krisis. Kami berkeyakinan berdasarkan data, usaha riil dan UMKM memberikan kontribusi sangat nyata terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.

OM-zan

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button