OkeBiz

2018, PHK Meningkat di Labuhanbatu

OkeMedan – Rantauprapat. Sepanjang tahun 2018 terjadi 41 kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di Labuhanbatu. Ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2017 sebelumnya.

“Ya, hingga Oktober tahun 2018 sebanyak 41 kasus PHK. Sedangkan tahun 2017 sebanyak 31 kasus,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Labuhanbatu Elpin Riswan melalui Kabid Hubungan Industrial (HI), Tumpak Manik, Jumat (23/11/2018) di Rantauprapat.

Data itu menurutnya, sesuai laporan Sidang Mediasi Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) di Disnaker Labuhanbatu. Kecenderungan pihak pekerja melakukan pengaduan ke Disnaker.

Katanya, sesuai mekanisme yang ada Sidang Mediasi dilakukan jika proses perundingan bipartit terjadi kebuntuan jalan penyelesaian masalah antara pekerja dengan pihak perusahaan.

Namun juga, adakalanya pihak perusahaan memang tidak melakukan perundingan bipartit. Sehingga pekerja langsung melapor ke Disnaker Labuhanbatu untuk dilakukan perundingan tritartit dengan melibatkan mediator.

Faktor PHK, cenderung ketidakpuasan pekerja dengan keputusan pihak perusahaan. Dan, dominan PHK dengan alasan pekerja yang dikenai sangsi oleh pihak perusahaan.

Di Labuhanbatu, menurutnya rendah angka statistik pekerja yang mengadukan persoalan hingga ke tahap Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). “Minim yang sampai ke pengadilan. Di sidang mediasi, biasanya dapat terselesaikan,” tandasnya.OM H5

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button