OkeMedan

Temui Keluarga Disebut tidak Makan, Camat Medan Denai : Mereka hanya Diusir dari Kontrakan

Medan– Mendengar kabar satu keluarga Jalan Rawa Cangkuk III, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, disebut tidak makan berhari-hari yang sempat viral di media sosial tidak makan karena terdampak dari pandemi Covid-19, pihak kecamatan bertindak cepat dan langsung turun tangan menemui keluarga tersebut dan mendapat keterangan bahwa ternyata tidak seperti kenyataan yang ada. Persoalan keluarga Junaidi Rahman hanya diusir dari rumah kontrakan karena tidak sanggup membayar, bukan tidak makan berhari-hari.

Hal ini terungkap saat Camat Medan Denai Sipahutar yang mendengar kabar tersebut, bersama Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepling, tokoh pemuda dan masyarakat, langsung melakukan penelusuran guna mengetahui kebenaran kabar yang sempat viral di media sosial dan media massa, Sabtu (25/4/2020) malam.

Dalam keterangannya, Ali menjelaskan, saat ini Junaidi Rahman yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja servis Air Conditioner (AC), dan keluarganya telah ditampung sementara di rumah kosong milik salah satu masyarakat di Jalan Tuba II.

“Mungkin terdampak pandemi Covid-19, sehingga orderan service AC berkurang. Bahkan, sebenarnya masyarakat sekitar sudah sering membantu keluarga Junaidi Rahman,” jelas Ali.

Ali mengungkapkan, Junaidi Rahman dan keluarganya merupakan warga Kotamadya Binjai. Hal ini diketahui dari Kartu Keluarga (KK) miliknya.

“Terlebih dahulu, kami akan berkoordinasi dengan pihak Kotamadya Binjai untuk melakukan pemindahan kependudukan Junaidi agar dapat menerima Bantuan Sosial (Bansos). Karena itu lah Junaidi tidak mendapatkan bansos selama ini. Kita  berupaya secepatnya mendorong keluarga tersebut untuk mengurus surat pindah kependudukannya dari kota Binjai…sehingga bisa kita masukkan sebagaimana penerima bantuan pemko Medan,” ungkap Ali.

Rencananya, pihak Pemko Medan akan memfasilitasi keluarga Junaidi Rahman, agar bisa mendapatkan tempat tinggal sementara.

“Tadi kita sudah beri bantuan sembako berupa beras, telur, minyak makan dan mi instant. Dan atas perintah Plt Walikota Medan, akan kita carikan sesegera mungkin tempat tinggal sementara buat keluarga Junaidi, minimal kita sewakan rumah selama 6 bulan. Ini akan kita pantau terus,” tandas Ali.

Seperti diketahui sebelumnya, beredar info di media sosial Facebook https://www.facebook.com/100000144690895/posts/3496643123683810/ dan Instagram, Sabtu (25/4/2020) bahwa ada satu keluarga di Jalan Rawa Cangkuk III, Kecamatan Medan Denai, sudah beberapa hari tidak makan. Bahkan, Pasangan suami istri, Junaidi Rahman dan Evariani Br Ritonga beserta lima anaknya diusir dari rumah kontrakannya, karena tidak sanggup membayar biaya sewa.

Menurut keterangan salah seorang warga, Hamdan, si Bapak yang bernama Junaidi Rahman ini sudah tidak berkerja lagi dikarenakan wabah covid-19 ini.

Junaidi Rahman tidak patah semangat, menurut pengakuan tetangga, beliau sudah mencari uang hingga berhari – hari. Begitu juga dengan sang istri Evariani br Ritonga ikut mencari uang.

Rasa hati teriris mendengar cerita tetangga, ketika warga memberikan 5 bungkus nasi kepada 5 anak tersebut. Namun oleh kelima anak tersebut hanya memakan 2 bungkus nasi dan menyimpan 3 bungkus sisanya untuk dimakan malam hari.

Saat ini kedua orang tua anak tersebut sudah pulang ke rumah. Hanya berhasil membawa uang Rp 8.000. Oleh warga setempat sudah berhasil mengumpulkan bantuan sebesar Rp 400.000, warga sekitar berharap kepling dapat merekomendasikan bantuan, untuk keluarga tersebut kepada pemerintah.

Hamdan juga mengajak buat warga kota Medan yang ingin memberikan bantuannya bisa menghubungi ke nomor tetangganya atas nama pak Saleh 081362303218. Begitulah isi dari kabar yang sempat viral di media sosial.

Kabar itu langsung direspon pihak kecamatan Medan Denai. Malam itu juga Camat Medan Denai Ali Sipahutar bersama Lurah dan tokoh masyarakat datang ke rumah Junaidi di kawasan Jalan Perjuangan Gang Masjid Medan Denai. Disana Camat mendapat pengakuan dari keluarga ini bahwa tidak benar kalau mereka tidak makan, melainkan hanya diusir dari rumah kontrakan karena belum membayar sewa kontrakan saja.

(red) 

Berikan Komentar

Back to top button