OkeMedan

Masyarakat Diminta Jalankan Ketentuan Kemenag dan Fatwa MUI

Terkait Perayaan Idul Adha 1441 H

Medan | okemedan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada umat muslim untuk menjalankan ketentuan Kementerian Agama (Kemenag) dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam merayakan Idul Adha 1441 H/ tanggal 31 Juli 2020.

Bukan hanya terkait salat Id, tetapi juga terkait penyembelihan hewan kurban demi mencegah penyebaran Covid-19 di Sumut.

“Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut meminta Salat Idul Adha dijalani dengan protokol kesehatan yang ketat demi kemaslahatan umat Islam guna mencegah penularan Covid-19. Karena itu kami imbau agar umat Islam menjalankan ketentuan-ketentuan dari Kementerian Agama dan Fatwa MUI yang bertujuan melindungi nyawa dan jiwa umat,” ujar Jubir Gugus Tugas Covid 19 Whiko Irwan saat live streaming update Covid-19, Senin (27/7/2020) di Media Centre GTPP Covid-19 Sumut, Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan.

Kemenag sendiri telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi. Pada SE tersebut Kemenag meminta petugas melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan, membersihkan dan mendisinfektan tempat pelaksanaan ibadah, membatasi jumlah pintu keluar/masuk dan menyediakan fasilitas protokol kesehatan.

Kemudian petugas penyelenggara juga harus menyediakan alat pengecekan suhu badan. Bila ditemukan jemaah dengan suhu lebih dari 37 derajat celcius, tidak diperkenankan memasuki area pelaksanaan.

Menerapkan pembatasan jarak antar jemaah, tidak menjalankan kotak amal, membawa sajadah sendiri, menjaga kebersihan tangan, dan petugas mengimbau agar anak-anak dan lanjut usia tidak mengikuti salat Idul Adha.

Sedangkan untuk penyembelihan hewan kurban, GTPP Covid-91 Sumut meminta penyelenggara harus mematuhi protokol kesehatan seperti saling menjaga jarak, menghindari kerumunan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Panitia kurban juga harus dalam keadaan sehat, menggunakan masker, pakaian lengan panjang dan sarung tangan.

Panitia juga diminta bekerja sama dengan rumah potong hewan dengan menjalankan Fatwa MUI Nomor 12/2009 terkait standar sertifikasi penyembelihan aman.

OM-zan

Berikan Komentar
Tags

Baca Juga

Back to top button
Close