OkeMedan

La Nyalla : DPD dan Al Washliyah Miliki Persamaan

DPD RI MoU dengan 5 PT Al Washliyah se Sumut

Medan | okemedan. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengungkapkan Al Jam’iyatul Washliyah memiliki persamaan dengan DPD RI yakni sama-sama menjadi penghubung atau menghubungkan.

Menurutnya, Al Washliyah mampu berperan disaat dua ormas Islam terbesar yakni Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama terlebih dulu lahir  memperjuangkan kemerdekaan sekaligus melaksanakan syiar Islam.

“Saya melihat peran Al Washliyah tidak jauh berbeda dengan DPD, yakni menghubungkan. Al Washliyah sebagai ormas Islam yang menghubungkan kepentingan umat  bersama dua ormas besar yang ada di Indonesia yakni Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU). Sementara DPD menjadi penghubung masyarakat ke pemerintah. Artinya sama-sama menghubungkan, ” kata La Nyalla saat menyampaikan sambutannya pada Kunjungan Kerja dan Penandatangan MoU antara Ketua DPD RI dengan PW Al Washliyah Sumut dan Perguruan Tinggi Al Washliyah se Sumut di Auditorium Udin Sjamsudin-Djalaluddin Lubis Kampus Syeikh H Muhammad Yunus UMN Al Washliyah Jalan Stadion/Gedung Arca Medan, Selasa (15/9/2020).

Hadir pada kesempatan itu Rektor UMN Al Washliyah Dr KRT Hardi Mulyono K Surbakti, Rektor Univa Medan Dr H Halfian Lubis MA, Rektor Al Washliyah Labuhanbatu, STIE Al Washliyah Sibolga, STIT Al Washliyah Binjai, pengurus PW Al Washliyah dan organ bagian.

Penandatangan MoU.

Menurutnya ketiga ormas Islam ini yakni Muhammadiyah, NU dan Al Washliyah mempunyai persamaan tahun kelahirannya. Ha itu menandakan bahwa saat itu hubungan pendiri-pendiri ormas Islam tersebut memiliki visi misi yang sama yaitu memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan.

“Kalau kita baca semua tokoh yang terlibat dalam organisasi ini adalah sahabat satu sama lain, mereka menuntut ilmu dan mempercepat terwujudnya kemerdekaan Indonesia dari penjajah,” ungkapnya.

Al Washliyah juga terus mengembangkan pendidikannya. Apalagi tokoh pendiri Al Washliyah H Muhammad Arsyad Thalib Lubis, selain dikenal sebagai pejuang kemerdekaan juga mengajarkan pendidikan kepada warga Al Washliyah.

Diabadikan bersama anggota DPD RI

“Kita juga akan memperjuangkan tokoh pendiri Al Washliyah H Muhammad Arsyad Lubis menjadi pahlawan nasional,” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini Al Washliyah hingga hari ini melaksanakan pendidikan dan mengajarkan ilmu agama di desa-desa. Hal ini sama persis dengan peran dan tugas DPD yang mewakili daerah melakukan kerjasama meningkatkan mutu pendidikan. “Kita menilai dengan pendidikan maka akhlak generasi kedepan lebih baik, ini yang terus kita lakukan melakukan kerjasama meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.

Sementara Sekjen PB Al Washliyah Masyhuril Khamis berharap kepada Ketua DPD RI AA Nyalla untuk menyebut Al Washliyah ketika menyampaikan sambutan baik dalam kegiatan hari besar Islam serta lainnya.

Masyhuril Khamis juga berharap agar DPD RI mendukung pengajuan nama tokoh pendiri Al Washliyah H Muhammad Arsyad Lubis menjadi pahlawan nasional. “Saat ini prosesnya sudah di Gubernur, saya berharap dukungan Ketua DPD RI untuk menjadikan pendiri Al Washliyah sebagai pahlawan nasional,” harapnya.

Sementara Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara mengatakan penandatangan MoU antara 5 perguruan tinggi Al Washliyah se Sumut dengan DPD RI merupakan amal usaha pendidikan organisasi yang telah ikut serta menyumbang peradaban dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, punya andil dalam peningkatan indeks pembangunan manusia Indonesia.

“Kita berterima kasih kepada semua pihak karena telah memilih dan memberikan kepercayaan pada perguruan tinggi Al Washliyah. Selaku  Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara, kami memberikan dukungan penuh terhadap berbagai langkah yang dilakukan oleh Pengurus Besar dan Civitas Akademika dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi di lingkungan Al Washliyah,” jelasnya.

OM-zan

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button