Kandang10

New Normal is not Normal New

oleh: Diurnanta Qelanaputra

Selama musim covid covid ni, bemunculan istilah basa Inggris, Kak`e. Dah macam paten kali orang awak ni yes yes no no an. Sikit sikit English. Dah macam di Singapur awak rasa. Kek itu ari, betanyak awak sama tukang karcis MRT pakek basa Melayu coz kulitnya coklat tua macam awak, ehh dibalas: Please ask in English, Sir!

Waktu corona season (musim korona) kikira tiga bulan lalu istilah yang muncul masker dan hand sanitizer. Ocik awak dari kampung pun binun. Bukak google translate, artinya topeng. Sibuk dia bertanyak di Medan Mall ada jual topeng. Awak tanyak untuk apa Cik? Untuk dipakeklah, katanya. Iyah, Ocik mau maen kek kuda kepang gitu rupanya?, tanyak awak balek. Dibalasnya, “Tapi wajib pakek masker?”. Tepaksa awak jelaskan ke dia. Akhirnya baru paham.

Pigih ke apotik dia pun belik masker, sekalian tanyak hand sanitizer. Karena ingatannya koyok tempel hansaplas waktu mudo mudo dulu, sampe apotek lupa dia betanyak hand sanitizer. Malah yang ditanyak hansaplas. Ya dikasilah sama orang apotek koyok tempel lukak walau merek lain. Ow bukan Mbak,.. yang untuk cuci tangan, katanya mengklarifikasi.

Gak pakek lama muncul lagi istilah social distancing. Tepaksa yang gak ngerti basa Inggris carik terjemahan. Apa pulak lah ini, Kak`e. Selama ini taunya awak becewek jarak jauh (long distance relationship). Banyakan di telepon daripada jumpa mukak,

Macam pengalaman zaman belum ada HP. Asal malam Minggu kawan tepaksa ke TU, Telepon Umum. Bedaling sama ceweknya. Bawak uang koin sebanyak banyaknya. Saking sornya, orang antri menunggu mo pakek telpon pun dianggap angin. Kalok belum habis koin, belum abislah cakapnya. Terakhir tunggu pintu TU dibanting dari luar baru selesai.

Itu masih mayan, bedaling ke TU. Yang palak awak tiba kawan tak bemodal, mau can pre aja. Taunya numpang nelpon dari rumah orang. Yang punya rumah tepaksa ngurut dada. Akhir bulan bengkak rekening telpon.

Yah, jauh kali ceritanya. Balek ke istilah di musim covid.
Haa, belum sempat bukak kamus, tetau keluar pulak istilah social distancing sama physical distancing. Orang macam Ocik awak bingung lagi. Tak hapa hapa aja istilahnya.

Tepaksa awak tunjukkan ke belakang truk yang parkir di dekat gudang gudang di Letsu, singkatan Letda Sujono. Tebacalah di belakang truk: Jaga Jarak, Lae. Oh, jaga jarak maksudnya?, kata Ocik awak tanda paham. “Napa gak bilang aja Jaga jarak? Napalah musti pakek basa Inggris?, tanyak Ocik. Iya pulak ya.

Gak pakek lama, keluar pulak lagi istilah lockdown. “Kunci yang bawah?” tanyak Ocik lagi. Pulaknya dia menterjemah gak pakek idiom. One one, satu satu. Lock sama dengan kunci, down sama artinya bawah. Jadi lockdown kunci yang bawah. Mak jang!

Padahal artinya kurang lebih mengunci suatu kota dari penyebaran virus pembawa penyakit. Bukan mengunci yang satu itu. Pakek gembok pulak, hilang gembok tiba sesak pipis,… meriahhh.

Gak lama, ada lagi singkatan baru SH – Stay at Home terus disusul WFH, Work from Home.

Kemaren pigih awak ke kantor ada mau urus , eee…petugas piket bilang belum bukak, masih We Ef Ha. Untung awak paham maksudnya Kerja dari Rumah. Lah kalok yang gak paham, cobak apa gak binun? DIsangkanya pulak yang dicarik lagi pakek beha.

Nah, pas mo Hari Raya, sibuk pulak orang sikit sikit bilang VC. VC aja VC aja. Rupanya Video Call karna gak bisa datang betamu, kenak PSBB sama takut nular.

Sekarang yang terbaru New Normal. Ini pun banyak jugak yang bingung maksudnya apa. Termasuk Ocik awak. Awakpun mengira ini nama band. Teringat pulak band New Rollies sama New Order. Pulaknya kalok diterjemahkan secara kata artinya Normal Baru. Awakpun agak payah menjelaskan. Agak agak dilonggarkan gitulah kikira. “Tengok tengoklah di berita TV lah Cik, awak kurang paham,” kata awak malas bedebat.

Yang penting harus dibedakan New Normal dengan Normal New, Normal Baru dengan Baru Normal.

Kalok manusia, Baru Normal berarti sebelumnya Abnormal alias Sedeng alias Sinting alias Bocor alias Pesong alias Gilak.

Ee, maybe maybe dah banyak jugak orang kenak gejala Abnormal gara gara Corona ini, Kak`e.

Acemana gak, lama kali di rumahpun suntuk. Itu itu aja yang ditengok. Stok terus menipis sementara harus makan tiap hari, harus bayar ini itu. Mantab terus. Makan Tabungan maksudnya. Itu mayan, yang gak punya tabungan, hana kerjaan cobak? Ngarap ngarap dapat bantuan eee..dah tak seberapa tetau ditelap pulak. Teganya teganya teganya.. Kata Rhoma Irama, sungguh terrrla..luuu,,,,

29052020

sumber: https://www.facebook.com/Kandang10-110848900448249/?modal=admin_todo_tour

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button
Close