OkeMedan

Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut Tolak Keras Rencana Sertifikasi Da’i dan Penceramah

Medan I okemedan. Ketua PW GPA Sumut Zulham Efendi Siregar menyatakan tidak setuju dan menolak keras rencana Menteri Agama tentang sertifikasi Da’i dan penceramah khususnya yang beragama Islam dan agama lain dengan tujuan untuk melawan gerakan radikal.

“Di dalam Agama Islam menyampaikan ayat-ayat Allah adalah sebuah kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki maupun perempuan,” tegas Zulham Siregar didampingi Ketua dan Sekretaris Majelis Dakwah dan Pers Ustad M Yasir Tanjung dan Feriansyah Nasution SH dalam siaran persnya yang diterima okemedan.com, Rabu (9/9/2020).

Tokoh Pemuda Islam ini mengatakan sesuai Hadist Nabi Muhammad SAW, “Sampaikanlah dariku walaupun satu Ayat” (H.R.Bukhari), yang artinya Dakwah itu memanggil, menyeru dan mengajak orang lain kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Majelis Dakwah dan Pers GPA Sumut juga menilai Menteri Agama sudah terlampau jauh mengurusi Dakwah kader-kader Ormas dengan keinginan membuat sertifikasi bagi kader Dakwah Ormas atau pendakwah Muslim lainnya.

“Jika niatnya ingin mengeliminir gerakan Radikal bukan dengan cara membuat sertifikasi untuk semua Da’i dan Pendakwah, akan tetapi harusnya membuat kebijakan yang bisa meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, sebut Zulham, Gerakan Pemuda Al Washliyah mendesak Menteri Agama Fokus saja di bidang Pembinaan dan Pelayanan Umat seperti pelayanan haji dan umrah yang masih terdapat banyak permasalahan,  pengembangan zakat dan wakaf, pendidikan agama dan keagamaan, pondok pesantren, pemberdayaan masjid, dan hal lain yang penting seperti sertifikasi halal dan lainnya.

Ketua Majelis Dakwah dan Pers GPA Sumut Ustad M Yasir Tanjung menegaskan sertifikasi penceramah hanya cocok diterapkan bagi penceramah formal yang digaji oleh negara. Sementara, pendakwah yang berasal dari ormas keagamaan sudah tak perlu sertifikasi penceramah dari Kemenag.

“Jadi mohonlah Menteri Agama tidak usah buat kegaduhan dan kebijakan Kontroversi di tengah pandemi ini, apalagi sampai menyebutkan anak good looking merupakan salah satu pola pintu masuk yang dilakukan dalam menyebarkan bibit-bibit radikalisme ke rumah ibadah,” kecamnya.

OM-zan

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button