OkeMedan

Aktivis Mahasiswa di Medan Khawatir Menguatnya Isu SARA

Medan | okemedan– Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Medan, Ahmad Bayu Nugroho mengatakan Indonesia adalah negara Pancasila yang merupakan Darul Ahdi Wasy Syahadah, yaitu negara perjanjian dan kesaksian yang dilahirkan atas dasar konsensus bersama seluruh elemen bangsa Indonesia.

” Oleh karena itu persatuan bangsa Indonesia harus tetap dijaga sebagai bentuk menunaikan amanah para pendiri bangsa ini,” ujarnya dalam diskusi yang bertema “Peran Pemuda Dalam Menjaga Persatuan dan Ketauan Negara Republik Indonesia”,refleksi 90 tahun Sumpah Pemuda yang digelar di Warung Community Jalan Sisingamangaraja, Medan, akhir pekan lalu.

Bayu mengaku prihatin makin menyeruaknya sentimen SARA dan adu domba khususnya di sosial media akhir-akhir ini.Dalam diskusi yang berlangsung hangat ini hadir para aktivis mahasiswa se-kota Medan yang tergabung dalam kelompok cipayung plus seperti GMNI, PMII,GMKRI dan HIMMAH. Ketua DPC GMNI Medan

Maman Silaban menyampaikan bahwasanya kemerdekaan negara ini merupakan kerja keras semua anak bangsa, tidak hanya perjuangan sekelompok orang saja.”Historis mencatat Jong batak, Jong Ambon, Jong Selebes, Jong Java, dan kelompok pemuda lainnya berkumpul 90 tahun yang lalu untuk mengikrarkan persatuan dan kesatuan atas nama Indonesia. Jadi sudah seharusnya kita merawat semangat persatuan pemuda terdahulu,” ujarnya.

Sementara Ketua PMII Medan, Ali Rahman melihat Indonesia saat ini berada dititik yg sangat mengerikan dimana ia merasa persatuan dan kesatuan negara sedang di grogoti oleh sekelompok orang yang menginginkan kekacauan. “Paham-paham yg melenceng dari idiologi pancasila dan merusak NKRI harus diperangi bersama,” serunya.

Diskusi mahasiswa lintas agama ini pada dasarnya berharap agar masyarakat waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memecahbelah persatuan bangsa. “Kita para pemuda harus menjaga persatuan bangsa dan jangan mau di adu domba dengan memunculkan sentimen SARA serta jangan terprovokasi dengan hoax,” ujar Ketua PMKRI Medan Ambrin Simbolon.

Hal senada disampaikan Ketua HIMMAH Medan Ilham Munthe yang mengajak mahasiswa melalui refleksi 90 tahun sumpah pemuda untuk saling menjaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan sesama pemuda dan mahasiswa demi kokohnya NKRI.
“Kalau bukan kita siapa lagi, kitalah yang harus lebih berperan aktif selaku insan yang akedemis, intelektual generasi emas bangda ini,” ujarnya.OM-yayuk

Berikan Komentar

Back to top button