Kolom

Kasus Jiwasraya! Apabila keadilan lemah, maka prasangka menjadi kuat

Menarik mengetahui adanya pengembalian dana oleh salah satu tersangka korporasi dalam kasus Jiwasraya. Satu dari 13 manajer investasi dengan kesadaran sendiri tanpa tekanan menggembalikan dana investasi.

Apakah ini menjadikan gugatan berakhir dan gugur dengan sendirinya. Kita tidak tahu namun tetap memberikan apresiasi atas kesepakatan penggembalian dana walaupun masalah utama masih belum selesai dan akan berproses panjang, apakah langkah pengembalian ini akan diikuti oleh 12 MI yang lain. Hanya waktu yang bisa menjawab. Angka yang dikembalikan baru sebesar Rp 77 milyar dan sisa yang masih rugi adalah Rp 16,1T.

Yang menjadi unik dalam kasus pengembalian ini sekaligus menimbulkan pertanyaan bagaimana dengan nasib para ribuan investor lokal kecil yang juga berinvestasi saham atau membeli produk suatu reksadana dan menderita rugi, apakah  bisa dikembalikan kerugian investasinya atau ini hanya berlaku pada kasus kerugian Jiwasraya saja? Adapun, saham yang dibeli juga sama dengan saham yang dibeli oleh Jiwasraya. Pasti jawaban yang diterima adalah standar bahwa setiap investasi mengandung resiko.

Keadilan seyogyanya tidak mengenal pengecualian. Kita tidak bisa menafikan masih adanya pengorengan harga saham di pasar modal, ini bahkan dijumpai di bursa-bursa lain juga. Tetap yang dijadikan alasan adalah saham bergerak dengan hukum pasar, harga naik karena banyaknya minat dan turun karena kelebihan penawaran.

Adil ialah menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar, mengembalikan hak pada pemilik yang berhak.

Sering terjadi kejahatan korupsi bukan hanya terletak pada angka bilangan yang tampil dipermukaan. Harus lebih dalam ditelurusi selain bilangan angka juga kemungkinan adanya kesepakatan atau manfaat lain yang diterima.

Sungguh banyak kisah yang akan diperlihatkan dalam kasus Jiwasraya ini. Pembelajaran hukum, pentingnya pengawasan, integritas pelaksana.Saatnya mengevaluasi diri.

Kita sangat menaruh harapan semua akan mendapatkan keadilan serta yang terpenting nasabah yg telah membayar premi asuransi tidak dirugikan serta uang negara terselamatkan. Dan investor tidak lagi terjebak dalam renyahnya saham gorengan.

Kenapa tiba-tiba teringat ucapan Najwa Shihab, “keadilan jadi barang sukar, ketika hukum hanya tegak pada yang bayar”. Kita wajib tetap berprasangka baik pada tegaknya keadilan.

 

Kishan Raj = Pemerhati Pasar Modal

 

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button