Kolom

Badai Jiwasraya Berdampak Sita Saham

Tulisan ini semata-mata dibuat sebagai manifestasi kecintaan akan industri pasar modal Indonesia.  Semoga dapat menjadi perhatian bersama bagi para pelaku pasar modal semuanya.

Dimulai dari terjangan badai kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya yang merembet pada ditangkapnya beberapa Manager Investasi serta kemudian diikuti oleh pemblokiran saham oleh Kejaksaan Agung RI.

Ada kejanggalan yang ditemukan atas kebijakan sepihak pemblokiran serta penyitaan saham oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Sub rekening investor diblokir serta disita dan dialihkan oleh KSEI ke rekening sub Kejagung. Bermula atas perintah Kejagung pada OJK dan diteruskan OJK pada KSEI. Ini diperbelakukan efektif April seperti yang diedarkan oleh perusahaan sekuritas pada nasabah yg terkena penyitaan.

Penyitaan atas puluhan rekening nasabah investor lokal tanpa dasar kejelasan dan klarifikasi yang jelas dapat menjadi preseden buruk ke depan dan sangat mengkwatirkan investor lokal untuk membeli saham. “Salah satu aspek penting dalam pasar modal adalah kepercayaan serta keamanan investasi.” Bagaimana orang yang tidak punya kaitan atas korupsi dan salah investasi sebuah institusi Asuransi Jiwasraya berdampak pada investor yang tidak memiliki kaitan apapun.

Seperti ungkapan bijak “tangkap tikusnya, jangan bakar lumbungnya” yang mengingatkan kita agar selalu hati hati dalam mengambil suatu keputusan. Apakah penyitaan merupakan jawaban akan salah urus Jiwasraya yang dialihkan pada investor pasar modal. Penyitaan bukankah menjadi kontra legal serta timbulnya stigma tiadanya kepastian hukum di republik yang kita cintai ini.

Seyogyanya masalah ini harus dipandang secara komprehensif dan lebih jernih. Pada prinsipnya investor selalu memimpikan penerapan tata kelola perusahan yang baik, ini yang menjadi acuan pada setiap investasi.

Koordinasi dan komunikasi yang jelas adalah suatu keharusan pada saat situasi keadaan ekonomi dilanda musibah virus Covid. Bukan kebijakan sepihak yang dapat merugikan industri pasar modal. Bagian besar investor saat ini tidak berdaya atas keputusan sita saham yang bukan saja merugikan nilai investasi tapi hilangnya harapan investasi yang dapat dipercaya dan aman. Slogan “Yuk Nabung Saham” hanya tinggal slogan tanpa diikuti oleh perisai perlindungan hukum yang jelas.

Setiap ajakan untuk sebuah gerakan memerlukan peraturan dan aturan main yang jelas.  Agar ke depan investor lebih yakin dan percaya pada pemangku kepentingan pasar modal, perusahaan yang mencatatkan sahamnya, otoritas bursa bahwa investasinya aman dan bukan harapan palsu yang tiba tiba dapat raup begitu saja dengan alasan yang tidak jelas.

Deeper understanding brings better solutions ! 

Jakarta, 30 April 2020

Kishan Raj, pemerhati pasar modal

 

Berikan Komentar

Tags

Baca Juga

Back to top button
Close